PBB: 184 Orang Dibantai pada Akhir Pekan

Selasa, 10 Des 2024, 02:40 WIB

JENEWA - Kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (9/12) mengatakan bahwa 184 orang telah tewas selama akhir pekan di ibu kota Haiti yang diguncang oleh lonjakan aksi kekerasan geng kriminal.

“Akhir pekan lalu, sedikitnya 184 orang tewas dalam kekerasan yang didalangi oleh pemimpin geng yang kuat di ibu kota Haiti, Port-au-Prince, di wilayah Cite Soleil,” kata Volker Turk kepada wartawan di Jenewa, Swiss. “Aksi pembunuhan terbaru ini menambah jumlah korban tewas di Haiti tahun ini menjadi 5.000 orang,” imbuh dia.

Ket. Foto: Kepala HAM PBB, Volker Turk — Sumber: AFP/JOHAN ORDONEZ

Menurut keterangan Jaringan Pembelaan Hak Asasi Manusia Nasional (RNDDH), anggota geng kriminal Haiti melakukan pembantaian terhadap semuanya warga berusia di atas 60 tahun di daerah kumuh Cite Soleil setelah seorang pemimpin geng bernama Monel “Mikano” Felix mencurigai penyakit yang diderita anaknya diakibatkan ilmu sihir.

Cite Soleil merupakan daerah kumuh padat penduduk di dekat pelabuhan Ibu Kota Port-au-Prince adalah salah satu daerah termiskin dan paling penuh kekerasan di Haiti.

“Felix meminta nasihat dari seorang dukun voodoo yang menuduh orang-orang tua di daerah tersebut telah menyakiti anak tersebut melalui ilmu sihir, yang menyebabkan pemimpin geng tersebut memerintahkan pembantaian,” lapor RNDDH.

Sementara itu laman hrw.org melaporkan bahwaDK PBB harus segera mengesahkan dan mengerahkan misi PBB keHaiti, kata Human Rights Watch (HRW) pada Senin saat menerbitkanmakalah pengarahan tentang subjek tersebut.

“Misi tersebut harus memastikan tanggapan berbasis hak asasi manusia untuk memulihkan keamanan, supremasi hukum, dan pemerintahan yang demokratis,” ungkap HRW.

Menurut HRW, krisis Haiti telah mencapai tingkat yang sangat parah akibat kelompok kriminal yang mengintensifkan serangan terkoordinasi berskala besar terhadap penduduk dan infrastruktur utama, sehingga membuat polisi Haiti dan misi Dukungan Keamanan Multinasional (MSS) PBB kewalahan.

“Warga Haiti mengatakan bahwa ketakutan akan serangan kelompok kriminal telah menguasai kehidupan sehari-hari mereka, dan jutaan orang berjuang untuk mendapatkan makanan, air, dan perawatan kesehatan,” kataIda Sawyer, direktur krisis, konflik, dan persenjataan di HRW.

Saat ini kelompok-kelompok kriminal di Haiti menguasai sekitar 85 persen Ibu Kota Port-au-Prince dan wilayah sekitarnya, dan terus memperluas kendali mereka ke wilayah yang lebih luas. AFP/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.