Menkop Budi Arie Ungkap 7 Tantangan Penguatan Produksi Susu Sapi Lewat Koperasi
Selasa, 10 Des 2024, 10:33 WIBJAKARTA - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi mengungkapkan ada tujuh tantangan dalam penguatan produksi susu sapi melalui koperasi di Indonesia.
Pertama, produktivitas sapi perah rendah, yang mana kualitas genetik sapi perah masih tergolong rendah dibandingkan negara penghasil susu lainnya.
âItu juga disebabkan terkait ketersediaan pakan yang berkualitas dan bergizi yang masih menjadi kendala. Ditambah lagi seringnya terjadi penyakit pada sapi perah yang menurunkan produktivitas,â ucap Menkop di Jakarta, Selasa (10/12).
Ketahanan sosial industri susu lokal, Menkop menyoroti tantangan kedua terkait keterbatasan infrastruktur seperti kandang, peralatan, dan transportasi.
âMasih banyak peternak yang masih menggunakan kandang tradisional yang kurang memadai. Juga, ketersediaan peralatan pemerahan dan pendingin susu yang modern masih terbatas,â ucapnya.
Ketiga, selain itu, akses terhadap pembiayaan, yang menyebabkan banyak peternak kesulitan mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha peternakan sapi perah.
Penerapan dan pengetahuan teknologi bagi peternak disebut Menkop sebagai tantangan keempat. âPenerapan teknologi modern dalam peternakan sapi perah masih rendah, hingga peternak seringkali kurang memiliki pengetahuan tentang teknologi peternakan modern,â ujarnya.
Tantangan kelima adalah menegangkan harga susu dan ongkos produksi. âHarga susu di tingkat peternak seringkali tidak stabil dan cenderung rendah. Bahkan kenaikan harga pakan dan obat-obatan dapat mendorong keuntungan peternak,â ujarnya.
Keenam, terkait persaingan produk impor terutama mengenai kualitas produk susu impor yang sering dianggap memiliki kualitas lebih baik.
Tantangan ketujuh adalah perubahan iklim yang dapat mempengaruhi ketersediaan pakan alami. Bahkan, perubahan iklim dapat memicu munculnya penyakit baru pada ternak.
Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menerapkan beberapa langkah dan strategi dalam peningkatan penyerapan produksi susu.
Promosi dan edukasi masyarakat juga akan dikembangkan, terutama dalam kampanye konsumsi susu, edukasi gizi, dan promosi produk lokal dengan memperkuat kemitraan antara peternak dan industri, hingga kemitraan dengan pemerintah.
Lebih dari itu, ia juga menyebut perlunya peningkatan daya saing produk lokal, yang mencakup pengembangan branding dan peningkatan efisiensi produksi.
Ia juga menilai, hal yang tak kalah penting adalah diversifikasi produk dan inovasi produk dalam pengembangan produk olahan susu.
Hal lain yang patut dilakukan adalah peningkatan akses distribusi, yakni pengembangan infrastruktur, modernisasi pasar, dan e-commerce.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Produksi Susu RI Cuma 20% Kebutuhan Nasional, Kementan: Ini Waktunya Swasembada!
-
Ambisi Treble Winners Bayern Diuji Leverkusen di Semifinal Piala Jerman
-
Pulau Pahawang, Surga Wisata Bahari Lampung dengan Panorama Laut Memikat
-
Undian Piala Asia 2027 Digelar 9 Mei di Arab Saudi
-
Lakukan Kriminalisasi, Dony Oskaria Berikan Teguran Keras kepada Managemen PTPN
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
-
KPKP Menggelar Sterilisasi Kucing di TPHP Cengkareng
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.