Produksi Susu RI Cuma 20% Kebutuhan Nasional, Kementan: Ini Waktunya Swasembada!
Sabtu, 06 Jun 2026, 21:25 WIBJAKARTA â Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produksi dan konsumsi susu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat gizi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Sabtu (6/6). Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu mengusung tema "Dengan Susu, Generasi Kuat, Indonesia Hebat".
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan peringatan Hari Susu Nusantara menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi susu sebagai bagian dari pemenuhan gizi dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, susu merupakan salah satu sumber protein yang penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Karena itu, peningkatan konsumsi susu perlu terus didorong seiring upaya pemerintah memperkuat kualitas generasi penerus bangsa.
"Semua hadir untuk kita selenggarakan peringatan Hari Susu Nusantara. Intinya apalagi, susu ini kandungan proteinnya tinggi, diserap tubuh dengan baik dan salah satu sumber protein yang bagus untuk tumbuh kembang baik fisik maupun kecerdasan otak bagi generasi kita," kata Sudaryono.
Wamentan yang akrab disapa Mas Dar itu menambahkan, pengembangan sektor persusuan memiliki peran strategis karena tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi dan kesejahteraan peternak, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Mas Dar mengatakan pemerintah saat ini fokus pada dua agenda utama, yakni meningkatkan produksi susu nasional dan memperluas konsumsi susu masyarakat, khususnya anak-anak. Momentum tersebut juga semakin relevan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Tentu saja sekarang ada MBG. Produksi susu kita memang masih ada sebagian yang impor. Nah kita ingin tingkatkan dua hal. Yang pertama adalah bagaimana meningkatkan produksi susu dengan lebih banyak sapi perahnya, lebih banyak kita datangkan. Yang kedua adalah meningkatkan konsumsi susu per kapita untuk anak-anak kita khususnya," ujarnya.
Konsumsi rendah
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan peningkatan konsumsi susu perlu berjalan beriringan dengan penguatan produksi susu dalam negeri agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh peternak rakyat.
Menurut Agung, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih sekitar 17,76 liter per kapita per tahun. Di sisi lain, dengan populasi sapi perah sekitar 540 ribu ekor, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional.
"Data tersebut menunjukkan bahwa tantangan kita masih besar. Namun bagi kami, ini sekaligus menunjukkan bahwa peluang pengembangan sektor persusuan Indonesia juga sangat besar," ujar Agung.
Ia menegaskan bahwa penguatan sektor persusuan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi, penyerapan susu lokal, hingga perluasan pasar bagi susu segar dalam negeri.
"Jika Indonesia mampu memperkuat swasembada pangan, maka Indonesia juga harus mampu membangun kemandirian susu nasional," tegasnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Kementan terus menjalankan berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan regulasi dan penyerapan susu lokal, peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah melalui Program Percepatan Peningkatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN), hingga percepatan hilirisasi dan peningkatan konsumsi susu nasional.
Agung menambahkan bahwa minat investasi di sektor persusuan terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga saat ini tercatat 72 pelaku usaha telah berkomitmen melakukan investasi sapi perah dengan total lebih dari 13.500 ekor indukan bunting.
"Produktivitas sapi perah yang dikelola dengan baik bahkan telah mencapai rata-rata 21 liter per ekor per hari. Hal tersebut membuktikan bahwa peternak Indonesia mampu meningkatkan produktivitas apabila didukung teknologi, manajemen yang baik, serta kemitraan yang kuat," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi susu sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi keluarga.
Menurutnya, konsumsi susu dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing keluarga, namun kebutuhan gizi anak tetap harus menjadi perhatian.
"Kalau orang tuanya mampu, usahakan minum susu 1 liter satu hari. Kalau tidak mampu, usahakan minum susu satu gelas satu hari. Kalau tidak mampu juga, tadi arahannya bapak-bapak menteri, makan telur satu hari satu," ujar Rachmat.
Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, HKTI, koperasi susu, pelaku usaha, akademisi, dan peternak dalam mendukung pengembangan sektor persusuan nasional.
Melalui penguatan produksi, peningkatan konsumsi, investasi, dan kemitraan yang berkelanjutan, Kementan berharap semakin banyak kebutuhan susu masyarakat dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri sehingga kesejahteraan peternak meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat. Sejalan dengan tema yang diusung, Hari Susu Nusantara diharapkan menjadi momentum memperkuat ekosistem persusuan nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.Â
- Produksi Susu Dalam Negeri
- Konsumsi susu
- Kementerian Pertanian (Kementan)
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Momentum Terakhir Musim Hujan! Kementan Pacu Tanam Serentak 50 Ribu Hektar Sebelum El Nino
-
Stok Melimpah: Kementan Gercep Serap Telur Peternak Magetan di Tengah Produksi Melimpah
-
Petani Lamongan Terbantukan: Pencairan Klaim Asuransi Tani Lebih Cepat
-
Kementan Bidik Bima Jadi Hub Unggas Indonesia Timur, Bangun Pabrik Pakan dan 60 Ribu Induk Broiler
-
Italia Hancur Lebur, Antonio Conte Beri Kode Keras Siap "Turun Gunung" Selamatkan Azzurri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.