Kisah Sukses Alexandra Rutkay Membangun Bisnis dari Kebutuhan Sehari-Hari
📅 Sabtu, 07 Des 2024, 13:20 WIB | Oleh: Muhammad Ihsan Karim
Doc: Shoutout LA
Alexandra Rutkay, seorang makeup artist berpengalaman yang bekerja hingga 16 jam sehari di lokasi syuting film dan televisi, menemukan peluang besar dari masalah kecil yang ia alami sebagai seorang ibu.
Dilansir dari NBC Los Angeles, Pada Agustus 2021, saat anaknya berusia 18 bulan, Rutkay merasa senang akhirnya bisa meninggalkan tas popok besar yang selalu dibawanya. Namun, ia segera sadar bahwa tas desainer seperti Saint Laurent miliknya tidak cukup praktis untuk membawa kebutuhan darurat anak kecil seperti tisu basah camilan dan popok cadangan.
“Saya sangat frustrasi. Semua tas untuk ibu terlihat kuno dan tidak menarik," ungkap Rutkay yang kini berusia 41 tahun.
Kekecewaan tersebut menjadi titik awal Rutkay mendirikan Citymouse, sebuah bisnis sampingan yang menjual tas crossbody multifungsi dengan tali yang bisa diganti. Diluncurkan pada Juni 2022, Citymouse telah menghasilkan pendapatan hampir 600 ribu dolar AS sepanjang tahun ini menurut dokumen yang telah banyak beredar.
Rutkay mengakui pada awalnya ia bahkan tidak memberi tahu suaminya, David, tentang rencana bisnisnya. Ia khawatir karena beberapa usaha sampingannya sebelumnya tidak berhasil. Namun seiring dengan pertumbuhan Citymouse, David memutuskan untuk bergabung secara penuh waktu sebagai satu-satunya karyawan tetap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengelola operasi logistik dan layanan pelanggan meski harus mengambil pemotongan gaji. Pasangan ini berencana membayar diri mereka sekitar 150 ribu dolar AS dari pendapatan startup pada tahun ini. Rutkay sendiri menghabiskan 40 jam per minggu untuk Citymouse di luar pekerjaannya sebagai makeup artist.
"Setelah saya memulai sebuah proyek saya tidak bisa berhenti," katanya.
Rutkay juga terdorong untuk membangun bisnis ini karena pengalaman pribadinya. Pada 2020 ia didiagnosis dengan soft tissue sarcoma, yaitu sejenis kanker langka di paha kanannya. Setelah operasi dan kemoterapi, ia dinyatakan bebas kanker pada 2021.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidak ingin terdengar morbid tetapi jika saya meninggal sebelum anak saya benar-benar mengenal saya apa yang akan saya tinggalkan untuknya"
Rutkay belajar banyak dari kegagalan usaha sebelumnya. Ia pernah mencoba menjual selimut bayi bertema pizza dengan investasi awal berkisar 6 ribu dolar AS, tetapi produk tersebut tidak berhasil di pasaran.
"Saya berpikir jika daftar produk saya memiliki SEO yang kuat orang-orang akan menemukannya secara ajaib. Ternyata tidak demikian," katanya.
Akhirnya Rutkay menutup bisnis tersebut hanya empat bulan setelah peluncuran. Namun pengalaman itu mengajarinya pentingnya pemasaran dan memahami audiens. Awalnya Citymouse diposisikan sebagai merek mewah untuk ibu kota, namun Rutkay segera menyadari bahwa audiens terbesarnya justru para ibu di pinggiran kota yang membutuhkan tas kecil untuk kegiatan sehari-hari seperti berbelanja.
Rutkay percaya bahwa menemukan elemen emosional dalam sebuah produk adalah kunci keberhasilan.
"Citymouse tidak hanya tentang tas. Ini tentang solusi untuk para ibu yang ingin tampil stylish sekaligus praktis. Ada hubungan emosional di sana," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!