Taipan Properti Vietnam yang Divonis Mati Hadapi Sidang Putusan Banding

Selasa, 03 Des 2024, 10:14 WIB

HANOI - Seorang taipan properti Vietnam yang dijatuhi hukuman mati karena penipuan bernilai miliaran dollar pada hari Selasa (3/12) ini akan mengetahui apakah ia akan diampuni, dalam putusan pengadilan banding atas salah satu kasus korupsi terbesar dalam sejarah.

Pengembang properti Truong My Lan (68) divonis bersalah awal tahun ini atas penggelapan uang dari Saigon Commercial Bank (SCB) - yang menurut jaksa ia kendalikan - dan dijatuhi hukuman mati atas penipuan senilai total 27 miliar dollar AS.

Ket. Foto: Taipan properti Vietnam Truong My Lan (tengah) terlihat di pengadilan di kota Ho Chi Minh pada 11 April 2024. — Sumber: CNA/AFP/STR

Dalam permohonan resminya yang ditulis tangan sepanjang lebih dari lima halaman yang dilihat AFP, Lan mengatakan bahwa hukuman mati itu "terlalu berat dan kejam", dan ia meminta pengadilan untuk mempertimbangkan pendekatan yang lebih "lunak dan manusiawi".

Puluhan ribu orang yang telah menginvestasikan tabungan mereka di SCB kehilangan uang, menggemparkan negara komunis itu dan memicu protes yang jarang terjadi.

Menurut hukum Vietnam, Lan dapat terhindar dari hukuman mati jika dia secara proaktif mengembalikan tiga perempat aset yang digelapkan dan dinilai telah bekerja sama secara memadai dengan pihak berwenang.

Namun jaksa berpendapat ia tidak memenuhi persyaratan, dan menekankan konsekuensi kejahatannya "besar dan belum pernah terjadi sebelumnya".

Lan, yang mendirikan grup pengembangan real estate Van Thinh Phat, mengatakan kepada pengadilan di Kota Ho Chi Minh bahwa "cara tercepat" untuk membayar kembali dana yang dicuri adalah "dengan melikuidasi SCB, dan menjual aset kami untuk membayar kembali SBV dan masyarakat".

"Saya merasa sedih karena pemborosan sumber daya nasional," kata Lan minggu lalu, seraya menambahkan bahwa ia merasa "sangat malu dituduh melakukan kejahatan ini".

Lan hanya memiliki 5 persen saham di SCB di atas kertas, tetapi dalam persidangannya pengadilan menyimpulkan bahwa ia secara efektif mengendalikan lebih dari 90 persen melalui keluarga, teman, dan staf.

Bank Negara mengatakan pada bulan April, pihaknya memompa dana ke SCB untuk menstabilkannya, tanpa mengungkapkan berapa jumlahnya.

Di antara aset yang dimiliki Lan dan Van Thinh Phat adalah pusat perbelanjaan, pelabuhan, dan kompleks perumahan mewah di pusat bisnis Kota Ho Chi Minh.

Selama persidangan pertamanya pada bulan April, Lan dinyatakan bersalah atas penggelapan 12,5 miliar dollar AS, tetapi jaksa mengatakan total kerugian yang disebabkan oleh penipuan itu mencapai 27 miliar dollar AS - setara dengan sekitar 6 persen PDB negara itu tahun 2023.

Lan dan puluhan terdakwa, termasuk pejabat senior bank sentral ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras korupsi nasional yang dijuluki "tungku pembakaran" yang telah menyeret banyak pejabat dan anggota elite bisnis Vietnam.

Sebanyak 47 terdakwa lainnya telah meminta pengurangan hukuman pada tingkat banding.

Bulan lalu, Lan dihukum karena pencucian uang dan dipenjara seumur hidup dalam kasus terpisah.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.