Malaysia Dilanda Banjir, Lebih dari 122.000 Orang Mengungsi
📅 Minggu, 01 Des 2024, 09:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/AFP/Mohd Rasfan
KUALA LUMPUR - Lebih dari 122.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir besar yang disebabkan oleh hujan deras yang melanda beberapa negara bagian di utara Malaysia , kata pejabat bencana pada Sabtu (30/11).
Jumlah tersebut melampaui 118.000 orang yang mengungsi selama salah satu banjir terburuk di negara itu pada tahun 2014. Pejabat penanggulangan bencana mengkhawatirkan jumlah tersebut bertambah karena hujan deras tak kunjung reda.
Jumlah korban tewas empat orang yang tercatat di Kelantan, Terengganu, dan Sarawak.
Kelantan dilanda beban banjir paling parah, meliputi 63 persen dari 122.631 orang yang mengungsi, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Nasional.
Hampir 35.000 orang dievakuasi di Terengganu, sisanya dilaporkan dari tujuh negara bagian lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hujan deras, yang dimulai awal minggu ini, terus mengguyur kota Pasir Puteh di Kelantan, di mana orang-orang terlihat berjalan melalui jalan-jalan yang tergenang air setinggi pinggul.
"Daerah tempat tinggal saya banjir sejak Rabu. Air sudah mencapai koridor rumah saya dan hampir masuk ke dalam," kata warga Pasir Puteh sekaligus petugas kebersihan sekolah Zamrah Majid, 59 tahun, kepada AFP.
"Beruntungnya, saya memindahkan kedua mobil saya ke tempat yang lebih tinggi sebelum permukaan air naik."
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengaku mengizinkan cucu-cucunya bermain air di depan rumahnya karena airnya masih dangkal.
"Tapi kalau airnya tinggi, bahaya, takutnya hanyut," imbuhnya.
"Saya belum menerima bantuan apa pun, baik itu kesejahteraan atau bantuan lainnya."
Muhammad Zulkarnain (27), yang tinggal bersama orang tuanya di Pasir Puteh, mengatakan mereka terisolasi.
"Tidak ada jalan masuk atau keluar bagi kendaraan apa pun untuk memasuki lingkungan saya," katanya kepada AFP.
"Tentu saja saya takut... Untungnya kami mendapat bantuan dari LSM, mereka memberi kami pasokan makanan seperti biskuit, mie instan, dan telur."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!