Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Urban Farming” Panen Serentak 70 Lokasi

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Urban Farming” Panen Serentak  70 Lokasi Doc: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Chaidir panen bawang merah di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I, Gambir, Kamis (28/11).

JAKARTA – Dalam rangka memperkuat berbagai kebutuhan dasar dapur rumah tangga. Pemerintah terus menggencarkan memanfaatkan lahan sempit untuk ditanami. Hasilnya, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat melakukan panen hasil pertanian perkotaan (urban farming) serentak sekitar 70 lokasi.

“Gerakan pertanian yang memanfaatkan keterbatasan lahan ini dapat membantu ketahanan pangan di Jakarta Pusat,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir, Kamis. Chaidir menyebutkan, panen serentak ini dilakukan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Pusat dan seluruh pihak terkait.

Dia sangat mengapresiasi semua yang telah mendukung program ini. Ada pemerintah, Kepala Suku Dinas Pertanian (KPKP), penyuluh, kader Pokja 3, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), kelurahan dan masyarakat.

Menurut Chaidir, kegiatan panen hasil pertanian serentak harus tetap dilaksanakan sebagai bukti keberhasilan sektor pertanian. Panen kali ini meliputi tanaman konsumsi seperti bawang, pakcoy, selada, cabai, terong dan ikan nila. “Syukurlah panen serentak kali ini berhasil mendapat 65-70 kilogrambrambang,” kata Chaidir.

Chaidir berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengurangi angka inflasi di tengah masyarakat sekaligus mempersiapkan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Adapun panen serentak kali ini juga dilakukan pengumuman pemenang lomba hasil panen terbaik dan pot kreasi terbaik. Juaranya adalah Kecamatan Johar Baru, RPTRA Krida Serdang, dan Kelurahan Kwitang.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti mengatakan, bersama tim PKK sudah menanam lebih dari 10 kilogram siung brambang di 70 titik Kamis (12/9). Dia juga sudah menanam lebih dari 10 kilogram siung brambang menggunakan galon.

“Kita mendaur ulang agar bisa memakai wadah yang bisa digunakan kembali. Ada 20 galon. Setiap galon diisi tiga siung brambang dari Brebes,” katanya. Penty berharap, lahan pekarangan yang terbatas tetap bisa dioptimalkan untuk tanaman produktif seperti cabai, kangkung, bawang, jeruk limo, jeruk nipis dan terong. “Ini akan bermanfaat untuk konsumsi keluarga,” tandas Penty. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.