Gawat Kalau Ini Benar, AS Curigai Rusia Sedang Membantu Program Rudal Balistik Korut

Rabu, 27 Nov 2024, 11:38 WIB

Washington - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Selasa (26/11), mengatakan Rusia "mungkin sedang" membantu program rudal balistik dan nuklir Korea Utara sebagai imbalan atas pengerahan pasukan Korut untuk mendukung upaya perang Rusia di Ukraina.

Blinken menyebutkan bahwa AS "sangat khawatir" dengan apa yang dia sebut sebagai "jalan dua arah" yang semakin berkembang antara Korut dan Rusia di tengah perang Ukraina yang telah berlangsung lebih dari dua tahun.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. — Sumber: ANTARA/Anadolu

"Kami melihat apa yang dilakukan Korea Utara untuk Rusia dan Ukraina saat ini menyangkut pasukan, juga memantau apa yang dilakukan dan mungkin dilakukan Rusia untuk Korea Utara, termasuk kemungkinan meningkatkan kapasitas rudal dan nuklirnya," ujarnya.

Pernyataan itu ia sampaikan kepada para wartawan selama kunjungannya di Italia untuk melakukan pertemuan dengan mitra-mitranya dari negara-negara G-7.

Blinken mengatakan pergerakan tersebut meningkatkan "ketidakamanan dan ketidakstabilan" di Semenanjung Korea, serta "akan memaksa kami untuk mengambil langkah lebih lanjut, membangun dari apa yang sudah kami lakukan, untuk memperkuat pencegahan dan pertahanan kami."

"Ini tentu saja langkah-langkah yang, meskipun tidak ditujukan untuk China, akan membuat China tidak senang," katanya. "Menurut saya, kami semua akan melihat China menggunakan pengaruhnya guna berusaha menghentikan hal ini."

Media Korea Selatan melaporkan bahwa wakil asisten Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata, Alexandra Bell, kepada pers pada Jumat (22/11) mengatakan Korut kemungkinan sedang mempersiapkan pengujian nuklir yang ketujuh.

"Pemerintah Amerika Serikat menilai bahwa DPRK (Korea Utara) telah mempersiapkan area Punggye-ri untuk pengujian nuklir eksplosif ketujuhnya, hanya menunggu keputusan politik untuk melanjutkannya," kata Bell dalam acara Korea Society, menurut beberapa laporan.

"Uji coba seperti itu akan merupakan eskalasi besar ketegangan di kawasan ini dan menimbulkan risiko keamanan bagi seluruh dunia," katanya menambahkan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.