Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Selasa, 25 Agu 2026, 00:23 WIB

ZANDVOORT – Pemimpin klasemen Formula 1, Kimi Antonelli, mengakui Mercedes tidak lagi memiliki mobil tercepat di grid setelah McLaren menunjukkan peningkatan besar dalam beberapa seri terakhir.

Pernyataan pembalap Italia itu muncul setelah Grand Prix Belanda di Zandvoort, Minggu (23/8). Lando Norris kembali menjadi pemenang setelah start dari pole position, sekaligus mengukir kemenangan kedua secara beruntun.

Ket. Foto: Kimi Antonelli. — Sumber: Formula 1

Antonelli finis kedua, diikuti rekan setimnya di Mercedes, George Russell, yang melengkapi podium. Dua pembalap Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, berada di posisi keempat dan kelima.

Bagi Antonelli, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan Mercedes mulai terkejar, bahkan telah dilewati McLaren di sejumlah karakteristik lintasan. "Kami jelas bukan lagi mobil tercepat di grid," ujar Antonelli.

"Kemungkinan kami berada di posisi kedua atau ketiga, setidaknya dalam balapan hari ini. McLaren telah membuat langkah besar, terutama sejak Hungaria, setelah paket upgrade besar yang mereka bawa."

Antonelli sebelumnya tampil sangat dominan pada paruh pertama musim dengan memenangi lima balapan secara beruntun. Namun, keunggulan Mercedes kini mulai tergerus.

Norris memiliki pandangan berbeda mengenai siapa yang sebenarnya memiliki mobil tercepat.

Pembalap McLaren tersebut justru menilai Mercedes masih memiliki mobil yang sangat kompetitif. Menurutnya, kemenangan di Zandvoort tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan mobil, tetapi juga kemampuan pembalap memaksimalkan performa yang tersedia.

"Saya rasa itu tidak benar. Jika saya tidak berhasil melewati Kimi ketika menyalipnya, saya rasa saya tidak akan memenangkan balapan," kata Norris.

Ia bahkan memberikan kredit kepada dirinya sendiri atas kemenangan tersebut. "Untuk sekali ini saya akan memberikan sedikit kredit kepada diri saya sendiri karena saya merasa melakukan pekerjaan lebih baik daripada semua orang, dan saya pikir itu juga bisa membuat perbedaan."

Norris mengakui McLaren kini memiliki mobil yang mampu mengalahkan Mercedes.

"Kami jelas memiliki mobil yang sekarang mampu mengalahkan mereka. Namun, saya pikir mereka memiliki mobil yang performanya lebih baik secara keseluruhan dibandingkan kami."

Perbedaan karakter kedua mobil terlihat jelas di Zandvoort dan sebelumnya di Hungaroring.

McLaren sangat kuat di tikungan berkecepatan tinggi, sementara Mercedes memiliki keunggulan signifikan pada sektor berkecepatan rendah.

Meski McLaren mulai mengejar, Mercedes masih unggul jauh dalam klasemen konstruktor. Mercedes bahkan mengumpulkan poin terbanyak pada akhir pekan GP Belanda, yakni 46 poin, dibandingkan McLaren 43 dan Ferrari 31.

Namun, Norris menilai McLaren belum memiliki paket lengkap untuk benar-benar menjadi favorit perebutan gelar hingga akhir musim.

"Kami sangat kuat di kecepatan tinggi, dan itulah area yang paling banyak kami tingkatkan pada mobil. Tidak ada yang menyamai kami dalam kecepatan tinggi, dan itu hal yang bagus."

Namun, ia mengakui Mercedes memiliki keunggulan besar di sektor lambat.

"Keunggulan mereka atas kami di kecepatan rendah juga luar biasa. Karena itu, saya tidak memiliki keyakinan untuk mengatakan bahwa saya bisa dengan mudah bertarung memperebutkan gelar juara sampai akhir musim."

Pernyataan tersebut cukup menarik mengingat Norris baru saja memenangi dua balapan secara beruntun dan meraih dua pole position berturut-turut.

Namun, posisi Norris di klasemen masih tertinggal 83 poin dari Antonelli, dengan 11 seri tersisa.

"Saya tahu saya baru memenangi dua balapan beruntun dan meraih dua pole beruntun, tetapi saat ini saya belum memiliki mobil yang saya butuhkan untuk bertarung memperebutkan gelar."

Bos Mercedes Toto Wolff mengakui timnya menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan mobil akibat aturan cost cap Formula 1.

Mercedes tidak bisa begitu saja menggelontorkan dana besar untuk mempercepat seluruh program pengembangan.

"Kami berusaha membaginya secara merata sepanjang musim berdasarkan perhitungan kapan kami bisa menghadirkan upgrade terbesar dan bagaimana mengoptimalkan poin kejuaraan," kata Wolff.

Menurutnya, strategi tersebut membuat perjalanan Mercedes pada paruh kedua musim menjadi lebih sulit dibandingkan awal tahun. "Jadi, perjalanannya sedikit lebih berat dibandingkan awal tahun."

Namun, Mercedes diperkirakan belum menyerah. Bos McLaren Andrea Stella justru yakin rivalnya masih memiliki potensi besar yang belum terlihat di lintasan.

"Saya yakin mobil mereka di wind tunnel jauh lebih cepat dibandingkan mobil yang mereka miliki di lintasan saat ini," ujar Stella.

Mercedes diyakini akan berusaha mengubah potensi tersebut menjadi paket upgrade yang benar-benar bisa digunakan dalam balapan.

"Mereka pasti ingin mengubah sebagian potensi itu menjadi upgrade yang bisa diterapkan pada mobil sebenarnya. Saya cukup yakin mereka akan membawa upgrade."

Persaingan diperkirakan semakin menarik pada seri-seri berikutnya. Ferrari akan tampil di hadapan publik sendiri pada GP Italia di Monza awal bulan depan dan juga tengah menyiapkan sejumlah upgrade.

Mercedes pun harus menghadapi masalah lain. Antonelli akan menerima penalti grid besar di Monza akibat pergantian mesin.

Situasi tersebut dapat membuka peluang bagi Norris untuk memangkas jarak di klasemen. McLaren kini telah membuktikan bahwa mereka mampu menekan Mercedes. Namun, dengan keunggulan Mercedes pada sejumlah karakteristik lintasan dan pengembangan yang masih akan datang, perebutan gelar F1 musim ini masih jauh dari selesai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.