- Home
-
- Megapolitan
-
- Warga Bantu Deteksi Dini T...
Warga Bantu Deteksi Dini Tawuran
Sabtu, 23 Nov 2024, 01:25 WIBJAKARTA - Warga diminta membantu untuk mendeteksi dini kemungkinan terjadi tawuran. âPolisi Pamong Praja Jakarta b?menggandeng warga guna melakukan deteksi ini terhadap segala potensi penyebab tawuran yang kembali marak. Tawuran sangat mengganggukeamanan dan ketertiban masyarakat,â tutur Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta, Arifin di Jakarta Pusat, Jumat.
âTawuran seharusnya tidak boleh terulang. Oleh karenanya mungkin tindakan tegas nantinya akan bisa dikenakan kepada mereka yang melakukan pelanggaran, khususnya yang tawuran,â katanya. Akan lebih baik lagi apabila seluruh pihak termasuk masyarakat bersama-sama melakukan cegah tangkap.
Sebelumnya, tawuran antarwarga Kebon Singkong, Kecamatan Duren Sawit dan Cipinang Jagal, Kecamatan Pulogadung di JalanI Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur,Kamis malam (21/11) menyebabkan satu orang tewas. Arifin menyebut bahwa tawuran di daerah Klender itu sudah menjadi atensi Satpol PP dan jajarannya.
Arifin mengaku sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah setempat dalam mengamankan.
âKalau kita bisa mendeteksi dariawal,tawuran itu tidak terjadi. Nah, ini perku dukungan dari semua kelompok warga di sana, apakah ituRT, dan RW,â kata Arifin.
Tak hanya itu, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat, katanya, seharusnyaturun tangan untuk bisa memberikanbimbingan agar anak-anak dan remaja-remaja tidak tawuran.
Selain satu tewas, tawuran antarwarga Kebon Singkong, Kecamatan Duren Sawit dan Cipinang Jagal, Kecamatan Pulogadung juga ada yang luka. Untuk sementara ini jumlah pelaku tawuran yang mengalami luka-luka tiga orang. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyatakan pelaku tawuran yang tewas berinisial TH (52) karena terkena lemparan batu di wajah dan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.
Sementara itu, tiga orang yang mengalami luka-luka dibawa ke klinik dan Rumah Sakit Persahabatan, yakni ZA (15) luka bagian leher terkena busur panah, HW (15) dan A (15).
Menurut dia, para pelaku tawuran yang mengalami luka-luka dan meninggal dunia itu berasal dari warga Cipinang Jagal. Sebanyak delapan pelaku tawuran ditangkap. Merekamasih remaja dandibawa aparat kepolisian Kamis malam (21/11).
Nicolas menegaskan, dalam kasus tawuran tidak ada yang namanya korban. Semua itu pelaku tawuran.
âDua-duanya pelaku karena sama-sama menyerang,â paparnya. Wargamembawa batu, kembang api, bom molotov dan senjata tajam.Tawuran di sini sudah beberapa kali terjadi selama sebulan terakhir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lepas Lulusan Diklat BP2TL Jakarta, BPSDMP Dorong Transformasi Pelaut di Masa Depan
-
UTU Kerahkan 100 Mahasiswa PKM ke Lokasi Bencana di Aceh Barat
-
Polres Nagan Raya Salurkan Bantuan Kapolri untuk Korban Banjir Bandang Beutong Ateuh
-
Minggu, SIM Keliling Hanya Buka di Tiga Lokasi Jakarta
-
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK di Kasus Kuota Haji
-
Dirut Pertamina Pastikan Mudik Idulfitri 1447 H Nyaman dengan Pasokan Energi Aman
-
Aktivitas Nelayan Terhenti karena Cuaca Buruk
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.