Indonesia Belum Lakukan Aksesi Menjadi Anggota BRICS
Kamis, 21 Nov 2024, 01:00 WIBJAKARTA â Indonesia hingga saat ini belum melakukan aksesi (tindakan mengikatkan diri pada perjanjian internasional), untuk menjadi anggota penuh dalam aliansi negara-negara ekonomi berkembang BRICS meski telah menyampaikan minat untuk bergabung ke dalam blok ekonomi tersebut.
âPosisi Indonesia masih sebagai observer dan belum melakukan proses aksesi untuk menjadi anggota,â kata Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (20/11).
Seperti dikutip dari Antara, BRICS adalah kelompok negara yang didirikan pada tahun 2006. Blok tersebut saat ini beranggotakan Brasil, Russia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Ethiopia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab.
Mendag menambahkan forum kerja sama BRICS memang tidak memiliki skema perjanjian penurunan tarif secara multilateral. Namun, Indonesia terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi bilateral dengan negara-negara anggota BRICS melalui berbagai perjanjian dagang yang telah dan akan ditandatangani.
Lebih jauh, Mendag menyebut hingga saat ini Indonesia sudah memiliki perjanjian dagang dengan India melalui Asean-India Free Trade Agreement. Kemudian, dengan Tiongkok melalui Asean-Tiongkok Free Trade Agreement.
Perjanjian Dagang
Selain itu, tambah Mendag, Indonesia sedang dalam proses finalisasi perjanjian dagang dengan negara-negara Eurasia seperti Russia, Belarusia, Armenia, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan melalui perjanjian Eurasia-CEPA, yang diharapkan selesai dalam dua bulan ke depan.
Secara keseluruhan, Mendag mengatakan Indonesia telah memiliki 11 perjanjian bilateral, 17 perjanjian masih dalam tahap negosiasi, 13 lagi dalam tahap awal penjajakan, dan 27 perjanjian lainnya sedang dalam proses untuk dapat diberlakukan secara resmi.
Indonesia secara resmi telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan BRICS pada KTT BRICS Plus di Kazan, Russia, pada 23â24 Oktober lalu.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, menyatakan prioritas BRICS selaras dengan program kerja pemerintah Indonesia, antara lain ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan, dan pemajuan sumber daya alam.Â
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Tetap Perkasa, BRICS Tidak akan Mampu Gulingkan Dolar AS Sampai Sepuluh Tahun ke Depan
-
Sebanyak 177.243 Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatera pada H+4 Lebaran
-
Biar Tetap Jadi Tujuan Investasi, RI Semestinya Tak Gabung BRICS
-
Indonesia Hadapi Tantangan Besar: Bisa Tetap Non-Blok setelah Gabung BRICS?
-
PP Kesehatan Baru, Alasan Aturan Pengendalian Tembakau Harus Diperkuat di Era Prabowo
-
Risiko Kedekatan Prabowo dengan BRICS: Reputasi Non-blok Indonesia Dipertaruhkan
-
Indonesia Krisis Pekerjaan Layak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.