Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Tren Kasus Demam Berdarah di Jakarta Barat Terus Menurun

📅 Jumat, 15 Nov 2024, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Tren Kasus Demam Berdarah di Jakarta Barat Terus Menurun Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakbar
Ket. Pelaksanaan gerebek pemberantasan sarang nyamuk di RW 01 Kelurahan Tangki, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (7/6/2024).

Jakarta- Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat menyebut tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)  terus menurun sampai dengan November 2024.

"Jumlah kasus DBD terlapor  berjumlah 188 kasus pada Agustus 2024, kemudian September 101 kasus, Oktober 79 kasus dan hingga 14 November (2024) 29 kasus," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat.

Tren kasus DBD dalam tiga bulan terakhir terhitung turun drastis lantaran sebelumnya pernah hampir mencapai 800 kasus dalam satu bulan.

"Ada 797 kasus pada April, 777 kasus pada Mei 2024, 337 kasus pada Juni, lalu pada Juli 2023 menjadi 216 kasus," kata Arum melanjutkan.

Adapun Cengkareng menjadi kecamatan dengan jumlah kasus DBD terbanyak, yakni 748 kasus, lalu diikuti Kalideres dengan 689 kasus, kemudian Kebon Jeruk dengan 685 kasus.

"Kemudian Kembangan ada 510 kasus, Palmerah 265 kasus, Grogol Petamburan 237 kasus Tamansari ada 209 kasus, dan Tambora paling sedikit 189 kasus," ucap Arum.

Meskipun tren  terus menurun, Arum tetap meminta masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah antisipasi.

"Faktor cuaca dan kelembapan udara di Jakarta Barat sangat potensial sebagai tempat nyamuk aedes aegypti (vektor pembawa virus DBD) berkembang biak, hal ini sulit untuk dihindari," kata Arum.

Namun, lanjut dia, masyarakat bisa meminimalkan dengan cara memberantas sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus, yakni menguras tempat air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

"Kemudian waspada apabila ada anggota keluarga yang demam lebih dari tiga hari untuk dilakukan pemeriksaan darah. Jangan menunda-nunda karena penyakit DBD justru mencapai titik kritis saat demam sudah mulai turun (hari ke-4 dan 5) dan bisa mengakibatkan syok dan kematian," ucap Arum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.