Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Meminta Masyarakat dan Pemda Siaga Bencana

📅 Selasa, 12 Nov 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Meminta Masyarakat dan Pemda Siaga Bencana Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Tangkapan layar - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam taklimat bencana yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Senin (11/11/2024).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat dan pemerintah daerah melakukan kesiapsiagaan bencana akibat cuaca ekstrem untuk mengantisipasi jatuh korban.

Cuaca ekstrem menjadi penyebab kejadian bencana paling banyak terjadi pada periode 4-11 November 2024 dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat dan pemerintah daerah melakukan langkah kesiapsiagaan bencana.

"Jadi 70 persen dari kejadian bencana di minggu tanggal 4 sampai 11 November ini itu adalah kejadian cuaca ekstrem. Puting beliung, angin kencang dan seterusnya," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam taklimat bencana yang dipantau secara daring dari Jakarta pada Senin.

Selain bencana akibat cuaca ekstrem BNPB juga mencatat kejadian banjir, kekeringan dan tanah longsor pada periode tersebut, dengan total tercatat 34 kejadian bencana selama 4-11 November 2024.

Untuk korban meninggal dunia, dalam periode itu terdapat dua orang yang meninggal dunia di Kebumen, Jawa Tengah karena bencana longsor.

Dia menyebut kejadian tersebut secara tiba-tiba, sebagai salah satu dampak cuaca ekstrem di musim pancaroba.

"Jadi ini hampir merata dari Jawa Barat sampai Jawa Timur bahkan sampai ke daerah Banyuwangi. Jawa memang dalam satu minggu terakhir 4-11 November menjadi minggu cuaca ekstrem dan banjir," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di Sulawesi yang terdampak cuaca ekstrem secara signifikan.

Dia mengingatkan masyarakat saat musim pancaroba seperti saat ini untuk selalu memantau perkembangan kondisi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), demi mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk wilayah dengan potensi intensitas hujan yang tinggi.

Terkait dengan hal itu, dia juga meminta kepada pemerintah provinsi untuk lebih aktif dalam mengimplementasikan kesiapsiagaan bencana, termasuk memeriksa kondisi pohon-pohon serta baliho di ruang publik untuk menghindari pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Luar Negeri
Reunifikasi Irlandia Jadi B...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.