Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerhati: Kurikulum Pendidikan Harus Terus Bertransformasi dan Dinamis

📅 Senin, 11 Nov 2024, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerhati: Kurikulum Pendidikan Harus Terus Bertransformasi dan Dinamis Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Pemerhati pendidikan sekaligus Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Widya Mandala Surabaya, Anita Lie

JAKARTA - Pemerhati Pendidikan sekaligus Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Widya Mandala Surabaya, Anita Lie, menyatakan kurikulum pendidikan di Indonesia harus terus bertransformasi, tetapi tetap berkesinambungan.

“Kalau kurikulum itu memang harus terus bertransformasi, karena zaman juga terus berubah dengan dinamis. Jadi kurikulum itu harus dinamis, tetapi yang penting tetap ada kesinambungan antara satu kurikulum dengan kurikulum lainnya,” kata dia ditemui usai menerima penghargaan Habibie Prize 2024 di Gedung BRIN, Jakarta, Senin (11/11).

Ia menegaskan konten kurikulum harus terus diperbarui agar dapat terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

“Kalau konten kan memang harus selalu diperbarui, karena ada kemajuan teknologi, ada inovasi,” ujar dia.

Anita juga mengemukakan pentingnya pemerataan mutu pendidikan agar Indonesia dapat bersaing menghadapi tantangan global.

“Tantangan yang utama sekarang adalah bagaimana mutu itu juga bisa ada pemerataan. Jadi, bukan hanya pemerataan akses, melainkan juga pendidikan yang bermutu untuk semua, untuk seluruh Indonesia,” tutur dia.

Anita mengapresiasi Angka Partisipasi Kasar (APK) atau perbandingan antara siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah di Indonesia yang sudah hampir mencapai 100 persen. Selain itu, menurutnya, kebijakan wajib belajar 13 tahun juga menjadi angin segar bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.

“Indonesia itu negara kepulauan, jadi untuk akses memang cenderung sulit, tetapi itu sedang dan sudah hampir berhasil. Karena kalau kita lihat, APK itu sudah 90 persen ke atas, utamanya di pendidikan dasar itu juga hampir 100 persen, dan nanti ke depan kan wajib belajar 13 tahun, jadi semakin meningkat ya kalau dulu enam tahun, sembilan tahun, 12 tahun, sekarang 13 tahun,” papar dia.

Sementara itu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan pihaknya akan menyiapkan mata pelajaran artificial intelligence (AI) dan coding guna mengimplementasikan program Kabinet Merah Putih terkait digitalisasi.

“Ini saya sekalian sampaikan bocoran resmi. Jadi kami sampaikan dalam rencana kami untuk pembaruan kurikulum yang akan datang itu akan menambahkan mata pelajaran AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang sudah mampu melaksanakan,” kata Mu'ti di sela kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta pada Senin.

Ia menerangkan kedua mata pelajaran tersebut akan menjadi pilihan di beberapa sekolah dengan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dimiliki masing-masing sekolah. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.