FIFA Jatuhi Sanksi Indonesia
Senin, 11 Nov 2024, 06:57 WIBJAKARTA â Federasi Sepak Bola dunia (FIFA) resmi memberikan empat  sanksi kepada tim nasional Indonesia jelang menghadapi Jepang laga kelima Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (15/11). Dalam rilis yang dikeluarkan FIFA, hukuman ini diberikan atas kesalahan yang dibuat  Indonesia di empat laga awal Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
âFIFA mengeluarkan sanksi atas keputusan Komite Disiplin, berdasarkan insiden yang terjadi September dan Oktober 2024 di Kualifikasi Piala Dunia 2026,â demikian pernyataan FIFA. Ada 27 hukuman dirilis FIFA, empat di antaranya untuk timnas Indonesia. Hukuman pertama imbas timnas Indonesia telat melakukan kick off saat menjamu Australia di laga kedua Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Selasa, 10 September 2024. Sanksi ini hanya teguran.
Kemudian, manajer timnas Sumardji disanksi satu pertandingan atas protes yang dibuat di laga Bahrain  kontra Indonesia di laga ketiga Grup C, Kamis 10 Oktober 2024. Hukuman ini sudah dijalani Sumardji saat Indonesia kalah 1-2 dari Tiongkok di laga keempat.
Anggota staf pelatih Shin Tae-yong, Kim Jong-jin diberikan sanksi berat. Dia dihukum empat pertandingan karena melakukan pelanggaran di laga Bahrain  kontra Indonesia. Sayangnya, tidak diberitahu pelanggaran apa yang dibuat analis pertandingan asal Korea Selatan tersebut.
Terakhir, timnas Indonesia dihukum 10.000 CHF atau sekitar  179 juta rupiah karena telat melakukan kick off saat menghadapi Tiongkok. Sementara itu, meski mendapatsanksi, striker timnas Indonesia, Rafael Struick, bersemangat menatap laga melawan Jepang dan Arab Saudi. Dia memastikan kemenangan jadi target.
âKami berada di grup yang sangat kuat. Jadi pikir semua pertandingan sulit,â tandasnya. Namun, berkaca dari dua laga terakhir, Timnas sebenarnya bisa mendapatkan empat, bahkan enam poin. Sayangnya melawan Bahrain sudah menang di 90 menit, tetapi mereka mencetak gol di menit kritis.
Kemudian ke  Tiongkok, rasanya akan memenangkan pertandingan, namun itu tidak terjadi. âKami sedikit kesal dengan hasil itu,â ujar Rafael Struick. Rafael mengaku sudah melupakan hal itu dan fokus  untuk dua pertandingan mendatang. Pemain Brisbane Roar itu menegaskan, Skuad Garuda tak ragu menargetkan kemenangan kontra Jepang dan Arab Saudi.
Sekarang dia sudah move on dan menatap dua pertandingan di GBK. Dua pertandingan dengan lawan yang sulit. Tetapi bermain di kandang sendiri dengan dukungan fans, menjadi energi ekstra. Timnas ingin mendapatkan poin. âKami akan melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan atau imbang. Tetapi tentu sangat ingin menang,â tandas Rafael. ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Piala Dunia 2026 Segera Dimulai, FIFA Hadapi Gelombang Kritik di Tengah Euforia Sepak Bola
-
Polri Hadirkan Laporan Polisi Online lewat “Super App”
-
Lawan Penuaan Organ Melalui Metode Pemrograman Ulang Sel
-
BPBD: Logistik untuk Warga Terdampak Gempa Tiba di Larantuka
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Lanud Sjamsudin Noor Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar Murah untuk Warga Banua
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.