Buku Sastra Sebaiknya Dibagikan Gratis di Sekolah
Senin, 11 Nov 2024, 03:50 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, berharap buku sastra bisa dibagikan gratis di sekolah. Menurutnya, hal ini penting untuk mengenalkan karya sastra kepada generasi muda.
âYa mudah-mudahan nanti bisa kita terbitkan dan kita bagikan secara gratis kepada anak-anak kita untuk mereka bisa membaca karya-karya sastra dari para penyair dan juga mungkin karya sastra mereka sendiri,â ujar Muâti, dalam acara Ngariung Bersama Komunitas dan Pegiat Sastra, di Jakarta, pekan lalu.
Dia mendorong agar sastra bisa masuk kurikulum dengan tujuan untuk meningkatkan karakter siswa. Di sisi lain, pihaknya juga mengupayakan buku-buku sastra menjadi bacaan siswa di luar buku mata pelajaran.
âMemang kami merencanakan, selain buku-buku teks yang dibaca dan menjadi bagian dari mata pelajaran di kelas dan di sekolah, kami berusaha untuk semakin banyak bacaan-bacaan di luar buku teks, salah satunya adalah buku-buku sastra,â jelasnya.
Muâti berharap agar literasi, rasa cinta kepada sastra tumbuh kembali di kalangan anak-anak muda. Menurutnya, hal tersebut penting untuk membangun peradaban Indonesia dengan karya-karya yang luar biasa.
Dia melanjutkan, sebuah bangsa bisa maju tidak hanya dengan kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, karya sastra bisa menjadi salah satu cara untuk membangun dan memajukan bangsa.
âKita ingin agar anak-anak muda kita, generasi bangsa ini membangun negeri ini dengan karya-karya hebat dan karya-karya itu mudah-mudahan nanti bisa kita perkuat dengan publikasi-publikasi dari kementerian,â terangnya.
Peran TBM
Sementara itu, Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM), Opik, mengatakan, TBM memiliki peran strategis sebagai ruang gerakan literasi yang mengakar di tengah masyarakat Indonesia.
Dengan jumlah mencapai 3.215 yang tersebar di seluruh Indonesia, TBM menyediakan bahan bacaan bagi masyarakat, sekaligus pusat pembelajaran dan kreativitas bagi masyarakat.
âPerlu kebijakan yang memungkinkan TBM terus tumbuh sebagai ruang inklusif yang mengakomodasi berbagai kebutuhan literasi masyarakat,â ucapnya.
Dia menilai, pemerintah perlu meningkatkan bantuan untuk Âkomunitas literasi/TBM. ruf/S-2
Berita Terkait:
-
Pemkot Depok Bagikan Ribuan Bendera Sambut HUT RI ke-80
-
Sekda Bandung Optimis Investasi Capai Rp11,363 Triliun
-
Mengenal Fenomena Mariko Aoki: Kebelet Eek Tiap Masuk Toko Buku
-
Minim Kreasi dan Bermain Pasif, Borussia Dortmund Ditahan Imbang 0- 0 oleh Fluminense
-
Life as I Know It, Pameran Merayakan Kesendirian
-
Inspektorat Jayawijaya Dorong Perbaikan Keuangan 26 OPD guna Raih WTP
-
Mess MPR di Bandung Dibakar Massa Aksi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.