Perkuat Industri Tekstil Nasional dan Lawan Gempuran Impor

Jumat, 01 Nov 2024, 14:14 WIB

JAKARTA - Pengamat hukum dan pegiat antikorupsi, Hardjuno Wiwoho, menegaskan perlunya mempertahankan industri tekstil dalam negeri di tengah krisis yang menimpa PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Menurutnya, kasus Sritex menggambarkan tantangan besar bagi industri tekstil nasional, terutama akibat persaingan produk impor dengan harga murah.

"Industri tekstil nasional harus dipertahankan karena perannya vital bagi perekonomian dan kesejahteraan rakyat," ungkap Hardjuno dalam rilis pers yang diterima redaksi, Jumat (1/11). "Kita tidak bisa membiarkan produk impor, terutama dari Tiongkok, menghancurkan industri dalam negeri yang menjadi tumpuan ribuan buruh."

Ket. Foto: Buruh mengendarai sepeda keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). — Sumber: ANTARA/Mohammad Ayudha

Hardjuno melihat restrukturisasi sebagai opsi penyelamatan terbaik bagi Sritex. "Keputusan pailit ini masih bisa dikaji ulang, sehingga membuka peluang bagi restrukturisasi. Dengan ini, Sritex dan ekosistem tekstil nasional bisa tetap bertahan," jelasnya.

Selain itu, ia menyarankan pendanaan alternatif ketimbang bailout negara. "Pendanaan melalui obligasi atau saham baru bisa membantu Sritex tanpa membebani negara," kata Hardjuno. "Ini memungkinkan perusahaan terus beroperasi dengan mandiri."

Hardjuno juga mengingatkan risiko yang dihadapi bank BUMN akibat utang Sritex yang besar. "Restrukturisasi utang bisa mengurangi kerugian bank BUMN, sehingga mereka tetap stabil dan dana publik terjaga," ujarnya.

Lebih jauh, Hardjuno mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang ketat demi melawan gempuran impor. "Insentif bagi produk lokal dan kebijakan protektif sangat dibutuhkan agar tekstil dalam negeri tetap kuat," tegasnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.