Pasar Global Dibidik, Kaltim Lepas Ekspor Udang Windu Skala Besar
Selasa, 16 Jun 2026, 22:20 WIBSAMARINDA â Ekspor udang menjadi salah satu kontributor penting bagi kinerja ekspor perikanan nasional karena memiliki permintaan yang kuat di pasar global dan nilai tambah yang relatif tinggi.
Peningkatan ekspor udang tidak hanya mencerminkan daya saing produk perikanan Indonesia, tetapi juga menunjukkan kemampuan sektor budidaya dalam memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan internasional.
Jika didukung oleh peningkatan produktivitas tambak, pengendalian penyakit, serta perluasan akses pasar, ekspor udang berpotensi menjadi sumber devisa yang semakin strategis sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sentra perikanan.
Provinsi Kalimantan Timur telah mengekspor ratusan ton udang windu ke berbagai negara di pasar global pada periode Januari hingga Mei 2026.
"Udang windu menjadi komoditas dominan dengan volume ekspor mencapai 769,9 ton selama lima bulan terakhir tahun 2026 senilai Rp173,3 miliar," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim Irma Listiawati di Samarinda, Selasa (16/6).
Irma menambahkan, selain udang windu, terdapat empat komoditas perikanan unggulan lain yang menopang nilai ekspor maritim provinsi tersebut. Empat komoditas ekspor andalan itu meliputi udang pink, ikan kerapu segar, ikan bawal putih segar, dan udang putih.
"Total pengiriman komoditas udang pink berhasil mencapai angka 239,2 ton dengan nilai ekonomi menembus Rp31,6 miliar," sebut Irma.
Komoditas ikan kerapu segar juga turut mencatatkan volume pengiriman sebesar 89,3 ton yang menghasilkan devisa negara hingga Rp7,4 miliar.
"Permintaan yang stabil di pasar internasional terlihat pula pada bawal putih segar dengan catatan volume ekspor 59,7 ton senilai Rp6,7 miliar," tambah dia.
Udang putih melengkapi daftar lima besar komoditi ekspor melalui pengiriman seberat 27,7 ton dengan total pendapatan senilai Rp4,7 miliar.
Irma mengungkapkan, berbagai produk laut berkualitas tinggi ini didistribusikan secara rutin menuju 12 negara tujuan utama ekspor di pasar internasional.
Pasar strategis yang secara rutin menyerap produk perikanan Kaltim antara lain adalah Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, China, dan Malaysia.
"Guna mempercepat jalur distribusi komoditi segar, terdapat fasilitas penerbangan ekspor langsung dari Balikpapan menuju Wenzhou, China," ungkap Irma.
Pengiriman direct call ini memanfaatkan armada pesawat Cargo Rimbun yang beroperasi rutin dua kali dalam seminggu.
"Pengiriman kargo udara cepat ini dikhususkan untuk produk unggulan yang harus dikirim dalam kondisi segar seperti belut, kepiting, dan ikan segar," ujar Irma.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat pada Selasa Pagi Ini
-
Harga Cabai Rawit Rp75.550 Per Kg, Telur Ayam Rp32.350 Per Kg
-
Soal Aturan Larangan Medsos, KPAI Nilai Implementasi PP Tunas Harus Disertai Pengawasan Ketat
-
Setelah 8 Bulan Ditutup, Ekspor Udang RI ke Arab Saudi Kembali Dibuka
-
Cuti Lebaran 18–24 Maret 2026: Puskesmas Tutup, Akses Kesehatan Warga Bandung Terganggu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.