Jepang Gelar Pemilu dalam Pemilihan Majelis Rendah

Senin, 28 Okt 2024, 02:05 WIB

TOKYO - Pemilih di seluruh Jepang pada Minggu (27/10) berduyun-duyun memberikan suaranya di TPS. Suara mereka dalam pemilu ini akan memutuskan siapa anggota parlemen yang duduk di Majelis Rendah Parlemen yang kuat.

Skandal penggalangan dana politik menguji kepercayaan pemilih terhadap partai berkuasa utama. Di samping itu, banyak pemilih kesulitan menghadapi inflasi.

Ket. Foto: Beri Hak Suara l Seorang perempuan yang mengenakan pakaian tradisional kimono tengah memberikan hak suaranya di sebuah TPS di Tokyo, Jepang, pada Minggu (27/10). Pemilu ini digelar untuk menentukan anggota yang duduk di Majelis Rendah Parlemen. — Sumber: AFP/Richard A Brooks

Terdapat 465 kursi yang diperebutkan lebih dari 1.300 calon. Para calon terlihat di seluruh negeri pada Sabtu (26/10) melakukan kampanye terakhir di depan masyarakat. Angka patokan untuk mayoritas Majelis Rendah adalah 233 kursi. Koalisi berkuasa memiliki 279 kursi sebelum pemilu ini.

Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengatakan akan menganggapnya sebagai kemenangan jika Partai Demokratik Liberal (LDP) dan mitra juniornya Partai Komeito memperoleh suara mayoritas. Noda Yoshihiko, yang memimpin partai oposisi terbesar, yaitu Partai Demokratik Konstitusional Jepang, ingin menghentikan hal itu terjadi.

Kehilangan mayoritas di Majelis Rendah Parlemen akan memaksa Ishiba, yang baru sebulan menjabat, untuk bernegosiasi mengenai pembagian kekuasaan dengan partai-partai gurem. Meskipun tidak ada jajak pendapat yang menunjukkan LDP akan terdepak dari kekuasaan, situasi ini dapat menciptakan ketidakpastian dalam beberapa bidang kebijakan. SB/NHK/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.