Keren, Siswa SMA Ini Teliti Kacang Koro Sebagai Solusi Pangan untuk Diabetes

Minggu, 20 Okt 2024, 20:59 WIB

Jakarta - Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Jakarta Intercultural School (JIS) William Nathan Atmadja melakukan penelitian terkait manfaat kacang koro benguk yang dijadikan sebagai solusi inovatif pangan olahan untuk diabetes dan juga malnutrisi.

"Melalui teknologi Enzymatic Membrane Reactor-EMR-, kami menemukan metode yang memungkinkan produksi peptida bioaktif dari kacang koro benguk dalam skala industri secara konsisten dan efisien," ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.

Penelitian itu fokus pada produksi peptida bioaktif, yakni komponen protein kecil yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan seperti sifat antioksidan, antihipertensi, antiinflamasi, dan antidiabetes.

Ket. Foto: Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof Azis Boing Sitanggang (kanan) saat bersama Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Jakarta Intercultural School (JIS) William Nathan Atmadja (kiri) di Jakarta, beberapa waktu lalu. — Sumber: ANTARA/HO-William Natha

Dengan pengaturan waktu yang optimal, proses itu mampu memaksimalkan aktivitas bioaktif tanpa mengorbankan efisiensi produksi. Penelitian itu didampingi profesor termuda dari Fakultas Teknologi PertanianInstitut Pertanian Bogor, Profesor Azis Boing Sitanggang.

Penelitian itu menunjukkan bahwa produksi peptida bioaktif dalam jangka pendek dapat dilakukan selama tujuh jam, sementara untuk produksi jangka panjang, waktu tinggal (residence time) yang optimal adalah 12 jam.

Metode itu berhasil menghasilkan peptida dengan aktivitas antioksidan yang tinggi, yang sangat penting dalam penanganan diabetes dan kesehatan secara keseluruhan. Peptida yang dihasilkan tidak hanya membantu mengatur kadar gula darah pada penderita diabetes, tetapi juga melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang diakibatkan oleh kondisi tersebut.

Kandungan asam amino esensial dalam kacang koro benguk menjadikannya sumber protein yang sangat potensial, terutama bagi mereka yang mengalami malnutrisi.

"Dengan kolaborasi yang tepat, saya optimistis bahwa pengembangan pangan fungsional berbasis peptida bioaktif dari kacang koro benguk dapat dipercepat, sehingga manfaat kesehatan dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas," tambah William.

Guru Besar Fakultas Teknologi PertanianInstitut Pertanian Bogor, Prof Azis Boing Sitanggang, menjelaskan bahwa penelitian ini berpotensi besar dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal di Indonesia.

"Melalui produksi peptida bioaktif, penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat, sejalan dengan tren pangan fungsional yang terus meningkat, di mana pangan tidak hanya berperan sebagai sumber gizi, tetapi juga sebagai pendukung kesehatan," kata Azis.

Grup riset itu berhasil memproduksi peptida dengan berbagai aktivitas fungsional utama, termasuk sebagai penghambat enzim yang terkait dengan regulasi tekanan darah dan diabetes, serta antioksidan yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.

Selain itu, proses hidrolisis protein kacang koro benguk yang dilakukan juga untuk membuka peluang dihasilkannya asam amino bebas yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dengan demikian, penelitian ini juga dapat bermanfaat bagi individu malnutrisi.

"Penggunaan teknologi EMR pada produksi peptida bioaktif menjadi inovasi kunci, karena prosesnya dilakukan secara kontinyu sehingga memiliki produktivitas yang tinggi, dan pada proses ini, berbagai parameterscale-updapat diidentifikasi. William melakukan penelitian ini, dan menunjukkan kelayakan dari sistem EMR yang dikembangkan untuk adopsi pada skala industri," kata Azis lagi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.