WHO: Pasifik Barat Kesulitan Mencapai Target Memangkas kematian Dini akibat Gaya Hidup

Jumat, 18 Okt 2024, 00:02 WIB

MANILA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO) pada hari Kamis (17/10), mengatakan, negara-negara Pasifik Barat tidak mungkin memenuhi target Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengurangi kematian dini akibat penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup termasuk kanker dan diabetes, karena lambatnya penurunan konsumsi alkohol dan tembakau.

Dikutip dari The Straits Times, penyakit gaya hidup kronis, seperti serangan jantung, stroke, asma, dan penyakit paru-paru, telah disalahkan atas lebih dari 80 persen kematian di antara 1,9 miliar orang di Pasifik Barat.

Ket. Foto: Patung-patung kecil terlihat di depan logo Organisasi Kesehatan Dunia yang dipajang dalam ilustrasi, beberapa waktu lalu. — Sumber: istimewa

Target PBB adalah mengurangi kematian dini hingga sepertiga pada tahun 2030, dan kawasan ini sejauh ini telah mengurangi kematian dini lebih dari 25 persen.

"Kami tidak akan dapat memenuhi tenggat waktu 2030," kata pejabat senior WHO untuk Pasifik Barat, Kidong Park, dalam sebuah pengarahan, seraya menambahkan konsumsi alkohol dan tembakau merupakan salah satu dari sekian banyak faktor risiko.

Negara-negara seperti Mikronesia, Papua Nugini, Filipina, dan Kepulauan Solomon bahkan mengalami peningkatan kematian dini akibat penyakit gaya hidup antara tahun 2000 dan 2019, berlawanan dengan tren penurunan secara keseluruhan di seluruh wilayah.

Park mengatakan penurunan lambat dalam konsumsi alkohol dan tembakau membuat pengendalian penyakit gaya hidup menjadi sulit, karena laju pengurangan masih jauh dari target untuk mengurangi konsumsi alkohol per kapita dalam setahun dan memangkas penggunaan tembakau hingga 40 persen.

"Kita perlu mengurangi, menurunkan konsumsi alkohol. Kita perlu lebih banyak upaya untuk menghentikan konsumsi tembakau," kata Park.

Hanya Australia, Selandia Baru, dan Vanuatu yang mengenakan pajak pada tingkat "praktik terbaik" minimal 75 persen dari harga eceran, kata WHO.

Pejabat senior WHO, Hiromasa Okayasu, juga mendesak negara-negara untuk memperketat aturan mengenai rokok elektronik, dengan alasan "peraturan yang longgar" di beberapa negara anggota.

Mengurangi kematian dini akibat penyakit akibat gaya hidup merupakan salah satu dari serangkaian target yang luas dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, yang mencakup 17 indikator yang mencakup peningkatan akses terhadap pendidikan dan perawatan kesehatan, penyediaan energi bersih, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Siap-Siap Bikin Geger Dunia Arkeologi, Sampel Gua Prasejarah Kalsel Ini Bakal Diterbangkan ke Australia!

Dikira Batu Biasa, Nelayan Sungai di Blitar Tak Sadar Injak Benda Diduga Roket Militer!

Sah! Jalur Kasihan-Bangunjiwo Kini Mulus Total, Ini Siasat Ekonomi Baru Kabupaten Bantul

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, BPBD Lebak Minta Nelayan Tak Mendekat

Perkuat Ketahanan Maritim dan Kebencanaan Nasional, BMKG Operasikan Radar Cuaca S-Band Cilacap

Siklon Tropis Bavi Intai Indonesia Timur, BMKG Imbau Warga Waspada, Dampak Terasa hingga 24 Jam ke Depan

Gen Z & Milenial Diproyeksikan Jadi Mesin Baru Penggerak Wisata Tematik

Di IndoBuildTech 2026, Coway Indonesia Perkenalkan Inovasi Terbaru Solusi Air dan Udara untuk Hunian Modern yang Sehat

Resmi Dibuka, D-8 Halal Expo Indonesia Dorong Jadi Kekuatan Baru Ekonomi 

Mobil Mewah Rp2,05 Miliar Terkait Kasus Dugaan Suap Bupati Kuansing Tiba di Jakarta.

Polri dan Polda Metro Geledah Kafe serta Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara.

Pascabencana, Pemerintah Kucurkan Rp17,93 Miliar untuk Revitalisasi 25 Sekolah di Pasaman Barat.

Polda Metro Jaya Ingatkan Jangan Halangi Penyidikan Dugaan Korupsi TPPU Libatkan PLN, Asabri dan Krakatau Steel.

Jangan Tunggu "Overheat"! Cek Fungsi Oli di Cuaca Ekstrem

Dari Batik hingga Drone! Produk RI Siap Unjuk Gigi di Pasar Eurasia

Berdaya Jangkau 160 Km, Prabowo akan Borong 150 Rudal Astra Mk1 India untuk SU-30 TNI-AU

Hati-hati! Penipuan Lowongan Kerja, Warga Diminta Walkot Jakbar Cek ke Sudin Nakertrans

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.