Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Myanmar: Pemulangan Warga Rohingya dari Bangladesh Tertunda

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 10:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Myanmar: Pemulangan Warga Rohingya dari Bangladesh Tertunda Doc: ANTARA/Anadolu/Firat Yurdakul
Ket. Arsip - Muslim Rohingya, yang menyelamatkan diri dari penindasan dalam operasi militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, menunggu pemindahan mereka ke kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh, pada Desember 2017.

DHAKA - Pemulangan pengungsi Rohingya dari Bangladesh tertunda karena gencatan senjata antara junta dan pemberontak di Myanmar gagal, kata Duta Besar Myanmar untuk Bangladesh U Kyaw Soe Moe pada Rabu (16/10).

"Upaya pemulangan pengungsi telah tertunda karena gencatan senjata dilanggar oleh Tentara Arakan pada November 2023," kata Soe Moe kepada Penasihat Urusan Luar Negeri Bangladesh Md. Touhid Hossain di Dhaka.

Hossain menegaskan perlunya pemulangan yang aman dan berkelanjutan bagi pengungsi dan pentingnya perdamaian dan stabilitas di Myanmar.

"Stabilitas kawasan sangat penting bagi kedua negara," kata Hossain kepada SoeMoe.

Hossain juga menyatakan keprihatinan yang mendalam atas masuknya 40 ribu lebih pengungsiMyanmar ke Bangladesh baru-baru ini untuk melarikan diri dari konflik di negara-negara yang berbatasan, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

Bangladesh menampung sekitar 1,2 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari tindakan keras militer di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, pada 2017.

Sebagian besar pengungsi tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak di Cox's Bazar dan sekitar 35 ribu orang telah direlokasi ke Pulau Bhasan Char sejak 2020.

Kepala pemerintahan transisi Bangladesh, Muhammad Yunus, pada Senin (14/10) mengusulkan pembentukan "zona aman" yang dijamin oleh PBB di Rakhineuntuk membantu pengungsi dan mengatasi krisis kemanusiaan.

Myanmar berada di bawah kendali junta militer sejak Februari 2021. Militer Myanmar, yang secara lokal dikenal sebagai Tatmadaw, menghadapi perlawanan sengit dari kelompok-kelompok etnis.

Sedikitnya tiga kelompok etnis bersenjata dalam "Aliansi Persaudaraan" (Brotherhood Alliance) berperang melawan junta sejak akhir Oktober untuk menguasai wilayah utara Myanmar.

Mereka menyerang tentara serta merebut banyak kota dan pos-pos militer. Banyak orang dilaporkan tewas dalam serangan-serangan itu.

Gencatan senjata antara junta dan pemberontak, yang dimediasi oleh Tiongkok, telah dilanggar beberapa kali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

33 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.