Tiongkok Terjebak dalam Perangkapnya Sendiri

Selasa, 15 Okt 2024, 17:58 WIB

TIONGKOK - Kolumnis untuk The Wall Street Journal, sekaligus akademisi di Hudson Institute, Walter Russell Mead, pada Senin (14/10) menulis bahwa Tiongkok telah jatuh dalam perangkapnya sendiri akibat bertumpu dalam model reformasi ekonomi yang tidak berkelanjutan.

Dikutip dari WSJ, Mead yang juga mengajar kebijakan luar negeri Amerika di Universitas Yale ini menuturkan, perang di Timur Tengah dan Ukraina mendominasi berita utama, tetapi Indo-Pasifik tetap menjadi poros politik dunia dan tempat terbentuknya abad ke-21.

Ket. Foto: Presiden Tiongkok Xi Jinping. Pakar Strategi dan Kebijakan Hudson Institute, Walter Russell Mead, pada Senin (14/10) menulis bahwa model ekonomi Tiongkok tidak stabil, dan reformasi yang diterapkan berisiko bagi Partai Komunis Tiongkok. — Sumber: Istimewa

"Sementara bom berjatuhan dan rudal beterbangan di tempat lain, Partai Komunis Tiongkok bergulat dengan tantangan terbesarnya sejak reformasi Deng Xiaoping memicu pertumbuhan pesat selama satu generasi pada tahun 1980-an. Sayangnya, pilihan ekonomi yang diambil Tiongkok tampaknya akan mendorong penindasan yang lebih besar di dalam negeri dan meningkatkan ketegangan dengan negara tetangga dan mitra dagang di seluruh dunia."

Menurut laporan Wall Street Journal baru-baru ini , hingga 90 juta unit perumahan di seluruh Tiongkok kosong di negara yang populasinya menurun. Pengembang real estat tidak dapat melayani pinjaman mereka. Pemerintah daerah, yang telah lama mendanai program mereka dengan penjualan tanah kepada pengembang, tenggelam dalam utang. Dengan dorongan pemerintah, rumah tangga Tiongkok menginvestasikan hampir 80 persen dari total tabungan mereka di real estat. Sekarang harga rumah telah turun sekitar 30% sejak 2021 di beberapa pasar, konsumen yang terkejut mengendalikan pengeluaran mereka.

"Keuntungan industri turun 17,8 persen dalam setahun terakhir. Pengangguran kaum muda terus meningkat," katanya.

"Eropa dan AS merencanakan tarif baru terhadap banjir ekspor Tiongkok dengan harga murah yang diharapkan. Bank tidak ingin meminjamkan, dan orang asing tidak ingin berinvestasi."

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.