Pendidikan Vokasi Didorong Bangun Ekonomi Daerah

Selasa, 08 Okt 2024, 20:25 WIB

JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Saryadi, menyatakan, pihaknya mendorong pendidikan vokasi membangun ekonomi daerah. Menurutnya, selama ini sudah terjalin kolaborasi pendidikan vokasi beserta pemerintah daerah dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

"Pentingnya memperkuat kemitraan ini adalah untuk memastikan keberlanjutan berbagai inisiatif yang telah terbukti mendukung pertumbuhan ekonomi regional," ujar Saryadi, dalam Pembukaan Talkshow dan Diskusi Terumpun Penyusunan Renstra Pendidikan Vokasi dengan Metode Foresight, di Jakarta, Selasa (8/10).

Ket. Foto: Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Saryadi (tengah), dalam Pembukaan Talkshow dan Diskusi Terumpun Penyusunan Renstra Pendidikan Vokasi dengan Metode Foresight, di Jakarta, Selasa (8/10). — Sumber: istimewa

Dia menjelaskan, kemitraan tersebut dapat berperan sebagai katalisator inovasi yang didorong oleh kebutuhan daerah. Menurutnya, pendidikan vokasi dapat membantu meningkatkan kapasitas tenaga kerja, proses bisnis, dan usaha lokal, sehingga komunitas ekonomi dan UMKM di daerah dapat terlibat lebih dalam sebagai bagian dari rantai pasok industri.

"Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya berperan dalam meningkatkan keterampilan, tetapi juga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.

Saryadi menerangkan, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis untuk menjadi bagian penggerak utama pembangunan ekonomi di daerah. Terutama sebagai katalisator peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal, pendidikan vokasi menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

"Dengan dukungan dunia usaha dan pemerintah daerah, pendidikan vokasi dapat menjadi pusat inovasi dan peningkatan daya saing daerah. Program-program yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia lokal akan membantu daerah mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.

Rumuskan Kebijakan

Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kemendikbudristek, Adi Nuryanto, Program Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah yang dilaksanakan di 20 konsorsium dengan cakupan 27 provinsi. Menurutnya, program tersebut sudah mendorong keterlibatan perguruan tinggi vokasi dalam perancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Dia menambahkan, program tersebut akan berlanjut dengan penambahan anggaran senilai 35 miliar rupiah untuk pelaksanaan program tahun kedua dan ketiga. Adapun fokus program tahun kedua dan ketiga ini adalah untuk penguatan jejaring kemitraan di daerah melalui implementasi inovasi berbasis potensi daerah.

"Program ini juga menjadi peluang bagi industri untuk berkolaborasi dengan satuan pendidikan vokasi untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Sedangkan bagi pemerintah daerah memastikan inovasi yang diusulkan harus sesuai dan bermanfaat bagi kebutuhan daerah," terangnya.

Adi menuturkan, pemerintah pusat juga menyusun workforce planning dan innovation planning di lingkup nasional dengan metode foresight. Hal ini untuk menentukan arah kebijakan terkait penguatan pendidikan vokasi yang akan dituangkan dalam renstra.

"Melalui foresight, kebijakan dan program akan berbasis pada konsensus antar-pemangku kepentingan, sehingga diharapkan setiap aktor yang terlibat akan memiliki komitmen dan rasa kebermilikan terhadap kebijakan dan program," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.