Zhang Shuai Hadapi Paula Badosa di Perempat Final China Open
Rabu, 02 Okt 2024, 07:03 WIBBEIJING - Petenis peringkat 595 dunia, Zhang Shuai, melanjutkan babak baru dalam kebangkitannya. Dia melaju ke perempat final China Open di tanah kelahirannya, Selasa (1/10). Prestasi Zhang tersebut merupakan sejarah baru.
Kemenangan Zhang 6-4, 6-2 atas Magdalena Frech yang keempat dalam turnamen di Beijing. Semuanya diraih Zhang tanpa kehilangan satu set pun. Dia datang ke turnamen ini setelah kalah 24 pertandingan tunggal berturut-turut.
Rentetan kekalahan yang berlangsung lebih dari 600 hari itu merupakan yang terpanjang kedua di WTA Tour Era Open, yang dimulai pada 1968. Zhang, 35 tahun, mantan perempat finalis Grand Slam dua kali yang kerap diganggu cedera. Sekali lagi membuktikan bahwa peringkatnya tak sesuai dengan kenyataan saat menghadapi Magdalena Frech, petenis peringkat 31 dunia asal Polandia.
Zhang, mantan pemain top-25 yang telah memenangkan dua gelar ganda di Grand Slam. Dia akan menghadapi Paula Badosa dari Spanyol, petenis peringkat 19 dunia, di perempat final.
Sebagai pemain berperingkat terendah yang pernah mencapai tahap ini di China Open, Zhang dengan cepat mengamankan set kedua melawan Frech di hadapan penonton di Beijing di hari libur nasional negaranya.
Zhang memiliki dua match point saat melakukan servis dalam kedudukan 5-1. Frech berhasil bertahan sebentar, tapi itu hanya penundaan sementara. Zhang menunjukkan sikap penuh percaya diri setelahnya, berdiri tegak dengan tangan bersilang dan tersenyum lebar.
Badosa sebelumnya mengalahkan finalis US Open Jessica Pegula dengan meyakinkan, 6-4, 6-0. Ini menjadikan pemain Amerika Serikat unggulan kedua tersebut pemain dengan peringkat tinggi yang tersingkir sejauh ini.
Pegula datang ke turnamen WTA 1000 ini sebagai salah satu pemain terbaik di tur dan baru saja mencapai final di New York bulan ini, saat dia dikalahkan Aryna Sabalenka dalam dua set langsung. Namun, dia tak mampu melawan mantan peringkat dua dunia Badosa, yang menguasai set kedua setelah set pertama yang seimbang.
Sabalenka, unggulan utama di China Open akan menghadapi Madison Keys, unggulan 18 dari Amerika Serikat, di babak 16 besar. Usai laga Zhang mengakui hampir pensiun setelah mengalami kekalahan 24 kali berturut-turut. Zhang mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan ketika terus-menerus mengalami kekalahan.
"Di Beijing, saya merasa sangat tertekan dan gugup karena telah kalah dalam 24 pertandingan," jelasnya.Zhang tidak tahu cara menang dan tidak ingin kalah lagi, terutama dengan semua penggemar yang menonton.
Saat berjalan kembali ke ruang ganti, Zhang tidak tahu apakah harus melanjutkan atau tidak sebelum turnamen ini. Zhang mencapai dua perempat final Grand Slam tunggal, di Australia tahun 2016 dan Wimbledon tahun 2019. Dia mencapai final ganda putri di US Open bulan lalu bersama petenis Prancis, Kristina Mladenovic. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Anthony Ginting Petik Pelajaran Berharga Setelah Tersingkir di China Open 2025
-
Tiga Astronot Tiongkok Kembali ke Bumi Setelah 6 Bulan di Luar Angkasa
-
Siang Ini, Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kehormatan Presiden Senat Kamboja
-
Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Manggarai Barat
-
Penanganan Dampak Longsor di Lembang
-
FIFA Peringatkan Soal Penjualan Tiket Tidak Resmi, Vivid Seats Jadi Sorotan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.