Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Milenial Diharapkan Andil Penuhi Pangan IKN

📅 Rabu, 02 Okt 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Milenial Diharapkan Andil Penuhi Pangan IKN Doc: antara

KALIMANTAN TIMUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, mengajak petani milenial di daerah yang dikenal Benuo Taka itu untuk memenuhi kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia yang dibangun pada sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemerintah kabupaten, menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasosiharto, terus mendorong dan mengajak milenial untuk terjun ke dunia pertanian karena telah tersedia teknologi pertanian yang modern.

"Kami apresiasi ada beberapa milenial di Kabupaten Penajam Paser Utara yang sudah mulai bertani dengan gunakan alat mesin pertanian (alsintan) modern," tambahnya di Penajam, Kaltim, kemarin.

Keterlibatan petani milenial sangat penting untuk mendukung keberlanjutan pertanian tanaman pangan, ia menimpali lagi, apalagi untuk IKN yang membutuhkan pasokan pangan.

Saat ini, Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 8.000 orang petani yang terdiri dari 700 kelompok tani, dengan 9.020,26 hektare lahan pertanian tanaman padi produktif untuk mendukung kebutuhan pangan IKN.

Ribuan hektare lahan produktif yang tersebar di seluruh kecamatan tersebut rata-rata mampu panen gabah kering giling empat sampai lima ton per hektare untuk sekali panen, dan telah dapat memenuhi kebutuhan beras di Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Bahkan produksi atau hasil di lahan pertanian tanaman padi itu setiap tahun surplus," ujarnya.

Sehingga, lanjut dia, pada tahap awal 9.020,26 hektare lahan persawahan produktif disiapkan untuk mendukung kebutuhan beras di IKN.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera melakukan pembangunan bendung gerak Sungai Talake sebagai prasarana irigasi lahan persawahan.

"Untuk tingkatkan produksi beras dibutuhkan prasarana pengairan, karena selama ini petani bergantung tadah hujan yang hanya mampu dua kali panen dalam satu tahun," ungkapnya.

Kewenangan pembangunan bendung gerak Sungai Talake tersebut berada di pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat karena lokasinya berada di perbatasan dua kabupaten.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur (Kadisbun) Kaltim menyatakan bahwa Konsep Kaltim Hijau yang diterapkan pemda merupakan cermin dalam pembangunan perkebunan berkelanjutan, yakni pengembangan perkebunan dengan memperhatikan kelestarian alam.

"Penerapan metode perlindungan yang ramah lingkungan seperti penggunaan pestisida nabati dan teknik pengendalian hama terpadu (IPM), maka penggunaan bahan kimia dapat diminimalkan, bahkan ditiadakan," ujar Kadisbun Kaltim Ence Achmad Rafiddin Rizal di Samarinda, Senin.

Selain itu, Pemprov Kaltim pun terus mendorong perusahaan melakukan perlindungan pada Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT) di kawasan perkebunan, karena hal ini juga bertujuan mendorong produk kelapa sawit kuat bersaing di pasar nasional dan pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.