Dispersip Kalimantan Selatan Gencarkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

Selasa, 01 Okt 2024, 16:36 WIB

BANJARMASIN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggencarkan budaya literasi melalui penerapan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial guna meningkatkan pengelolaan dan layanan di perpustakaan daerah.

Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie di Banjarmasin, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya menggelar bimbingan teknis pengembangan literasi secara bertahap sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola perpustakaan desa di kabupaten/kota.

"Peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola perpustakaan ini cukup penting karena menjadi salah satu indikator dalam penerapan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," ujarnya.

Menurut Nurliani, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bagi pengelola perpustakaan di kabupaten/kota se-Kalsel tentang layanan perpustakaan yang baik, menyusun strategi menarik minat baca masyarakat, membuat kegiatan literasi melibatkan masyarakat sekitar perpustakaan, dan menjadi jembatan informasi atau fasilitator ketika masyarakat membutuhkan kemitraan dengan pihak lain dalam rangka implementasi inklusi sosial.

"Upaya ini perlu dilakukan mengingat saat ini paradigma masyarakat tentang perpustakaan masih monoton, masyarakat masih berpikir perpustakaan hanya untuk pelajar atau mahasiswa saja. Padahal perpustakaan untuk semua kalangan tanpa terkecuali," ucapnya.

Oleh karena itu, Nurliani meminta Dispersip di kabupaten/kota aktif memberikan pemahaman dan mengubah sudut pandang masyarakat tentang perpustakaan inklusi sosial, karena perpustakaan merupakan milik semua golongan masyarakat.

Bahkan, kata dia, perpustakaan juga bisa menjadi wadah hiburan bagi anak-anak yang belum memasuki usia sekolah.

Dispersip Kalsel menggelar bimbingan teknis pengembangan literasi berbasis inklusi sosial di Kota Banjarmasin pada 30 September-1 Oktober 2024.

Kepala Dispersip Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tajiddin Noor, sebagai salah satu narasumber pada kegiatan bimbingan teknis, menilai pemantapan kapasitas pengelola perpustakaan menjadi hal penting dalam upaya penerapan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Dia mengatakan, hal ini telah diterapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan berdasarkan penilaianKey Performance Indicator(KPI), di kabupaten tersebut mencapai angka 100 persen.

Menurut dia, jika sudah mempunyaistandarisasi kapasitas SDM pengelola perpustakaan, maka pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial akan lebih mudah dilakukan.

"Transformasi ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat, seperti meningkatkan interaksi masyarakat dengan perpustakaan. Kami juga aktif membuat program yang melibatkan masyarakat, salah satunya pelatihan dasar komputer untuk meningkatkan skil mereka," ujar Tajiddin.

Dalam kegiatan bimbingan teknis ini, Dispersip Kalsel tidak hanya melibatkan narasumber dari pemerintah daerah setempat, tetapi juga melibatkan Pustakawan Ahli Madya dari Perpusnas RI. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.