Pemkab Bekasi Bentuk FKDM, Potensi Kerawanan Sosial Dipantau Sejak Dini
Rabu, 09 Sep 2026, 00:46 WIBKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai mitra strategis yang bertugas mendeteksi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG) maupun potensi kerawanan sosial lainnya.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat mengukuhkan FKDM di Cikarang, Selasa (8/9), mengatakan posisi Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri sekaligus daerah penyangga ibu kota membuat dinamika sosial masyarakat berlangsung sangat cepat.
Menurut dia keberagaman masyarakat, aktivitas ekonomi serta perkembangan pembangunan menjadi kekuatan daerah. Namun di sisi lain juga menghadirkan potensi kerawanan yang perlu diantisipasi.
"Di balik kemajuan itu pasti ada unsur-unsur negatifnya. Ada dinamika sosial, ekonomi dan politik yang juga menghadirkan potensi kerawanan sosial," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat keberadaan FKDM menjadi semakin penting karena mereka diharapkan mampu menjalankan fungsi deteksi dini terhadap ATHG yang berpotensi mengganggu keamanan, ketenteraman serta ketertiban masyarakat.
Ia meminta pengurus FKDM yang baru dikukuhkan untuk segera memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI dan Polri, aparatur kecamatan hingga desa dan kelurahan serta seluruh elemen masyarakat.
"Optimalkan deteksi dini dengan mempertajam kepekaan sosial di lapangan. Informasi yang cepat, akurat dan berimbang sangat dibutuhkan agar setiap potensi konflik atau gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," katanya.
Dia menjelaskan deteksi dini tidak hanya dibutuhkan ketika persoalan telah muncul, tetapi justru harus dilakukan sebelum terjadi gesekan di tengah masyarakat. Terlebih, sejumlah kebijakan pembangunan dan penataan wilayah bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
"Maka dari itu, komunikasi dan pemetaan kondisi sosial di lapangan menjadi bagian penting agar setiap kebijakan dapat berjalan secara tertib dan kondusif," katanya.
Asep juga menekankan pentingnya FKDM menjaga netralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Informasi yang diperoleh di lapangan harus disampaikan secara objektif dan tidak memperkeruh situasi.
"Jalankan tugas dengan mengedepankan objektivitas demi tercipta iklim yang kondusif sekaligus mendukung kelanjutan pembangunan daerah," katanya.
Dirinya berharap sinergi antara FKDM dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga Kabupaten Bekasi tetap aman, harmonis dan damai.
"Kita bahu-membahu menjadikan Kabupaten Bekasi sebagai daerah yang aman, harmonis dan damai serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ketua FKDM Kabupaten Bekasi Apud Syaefudin mengatakan forum ini merupakan bagian penting dalam membangun kewaspadaan dini di tengah masyarakat yang dibentuk bukan untuk mengambil alih tugas pemerintah maupun aparat keamanan.
"Kami hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang membantu menghimpun informasi, mencermati perkembangan situasi dan menyampaikan potensi persoalan kerawanan sosial sejak dini," kata dia.
- Pemkab Bekasi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemprov Jateng Perbaiki Jalan Provinsi di Blora, Rp397 Juta Digelontorkan untuk Talud dan Drainase
-
TNI AL dan Militer Tiongkok Rampungkan Latihan Bersama di Timur Pulau Taiwan
-
DPRD DKI Bentuk KPPI untuk Kawal Isu Perempuan dan Anak
-
Salah Tiba di Turki, Selangkah Lagi Resmi Gabung Trabzonspor
-
26 Tahun Menunggu, Marvel Tebus Dosa Lama X-Men, Cyclops Akhirnya Tampil dengan Kostum Ikonik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.