Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jorge Martin Merasa 'Dihantui' Tikungan di Sirkuit Mandalika

📅 Senin, 30 Sep 2024, 22:15 WIB | Oleh:
Jorge Martin Merasa 'Dihantui' Tikungan di Sirkuit Mandalika Doc: antara
Ket. Jorge Martin (tengah), Pedro Acosta (kiri), dan Francesco Bagnaia (kanan).

Pembalap Prima Pramac Jorge Martin merasa dirinya banyak "dihantui" oleh setiap tikungan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebelum dirinya akhirnya menaklukkan sirkuit dengan panjang 4,3 kilometer itu pada balapan utama MotoGP Indonesia 2024, Minggu (29/9).

Hal ini terjadi setelah Martin kehilangan kemenangan pada musim lalu saat dirinya terjatuh di tikungan 11 pada lap 14 di saat dirinya memimpin balapan tanpa gangguan di saat penentuan juara dengan Francesco Bagnaia.

Di Spint pada Sabtu (28/9), Martin kembali mengulangi kesalahannya. Ia yang melesat di posisi terdepan terjatuh pada awal balapan di tikungan 16 yang kemudian membuat Bagnaia memenangi balapan Sprint.

"Setelah kecelakaan musim lalu, hari ini adalah balapan yang sulit. Setelah kecelakaan kemarin juga. Setelah 13 lap, saya memikirkan beberapa hantu di tikungan 11 dan kemudian setiap lap di tikungan 16," kata Martin dalam wawancara bersama MotoGP, dikutip Senin.

Untuk itu, pada balapan utama, Minggu, pembalap asal Spanyol itu tak ingin mengulangi kesalahannya untuk ketiga kalinya.

Ia yang melesat di posisi pertama sejak balapan 27 lap itu dimulai, sangat berhati-hati setiap memasuki tikungan di Mandalika, khususnya pada tikungan 11 dan 16.



Alhasil, kemenangan ketiganya musim ini sekaligus yang pertama di Mandalika dapat ia raih.

"Saya berusaha untuk sangat berhati-hati. Kami mendapat banyak angin dari samping di bagian itu. Saya berjuang untuk berbalik," ucap Martin.

Setelah menjadi pemenang di Mandalika, Martin melakukan selebrasi dengan mencium aspal pada tikungan 16 bersama para marshal yang mengerubunginya, sampai-sampai ia kesulitan untuk kembali ke parc ferme.

"Saya tahu itu tidak terlalu orisinal karena Pecco melakukan hal serupa di Montmelo. Sebenarnya aku mencium lantai. Fans Indonesia gila. Saat itu terlalu panas dan mereka tidak mengizinkan saya berlari ke podium," ungkap Martin.

"Terima kasih juga kepada fans Indonesia karena mereka luar biasa. Yang penting saya bisa naik podium dan memenangi tikungan itu lebih dari 27 lap. Saya sangat senang," tambahnya.

Balapan MotoGP 2024 menyisakan lima seri tersisa, dengan yang terdekat adalah di Sirkuit Motegi, Jepang pada akhir pekan ini.

Pada musim lalu, Motegi adalah sirkuit yang dirajai Martin setelah ia menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas 1, kualifikasi, Sprint, dan balapan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.