Berpotensi Melemah Lanjutan
Selasa, 24 Sep 2024, 08:14 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan koreksinya dalam perdagangan, hari ini (24/9). Pelemahan rupiah dipicu berlanjutnya penguatan kembali atau rebound dollar AS di tengah investor menantikan petunjuk baru kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
Selain sentimen The Fed, pekaku pasar juga fokus terhadap wacana kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengetatan BBM subsidi yang direncanakan mulai pada 1 Oktober belum siap.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (24/9), bergerak melemah di kisaran 15.200-15.280 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Senin (23/9) sore, melemah 56 poin atau 0,37 persen dari akhir pekan lalu menjadi 15.206 rupiah per dollar AS.
"Investor cenderung wait and see mengantisipasi pidato Powell dan data inflasi PCE AS," kata analis mata uang Lukman Leong di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
YKI Ingatkan Bahaya Vape pada Remaja, Banyak Orang Tua Tak Sadar Anak Terpapar Nikotin
-
Kampanye Hidup Sehat bagi Masyarakat di Ambon
-
Berniat Segarkan Badan dari Panas Ekstrem, 10 Orang Justru Tewas Tenggelam di Jerman
-
Pogacar Melesat di Pegunungan, Menang Etape 14 dan Kian Dekat ke Gelar Tour de France 2026
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.