Seorang Warga Riau Tewas Diterkam Buaya Saat Memancing
Sabtu, 21 Sep 2024, 09:25 WIBPEKANBARU - Seorang pria bernama Yasim (68) ditemukan tewas diterkam buaya pada sebuah parit saat yang bersangkutan sedang memancing ikan di Kelurahan Teluk Nilap, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Jumat (20/9).
Kepala Kepolisian Resor Rohil AKBP Isa Imam Syahroni saat dikonfirmasi, Jumat (20/9), menyebutkan sehari sebelum ditemukan korban berpamitan kepada istrinya untuk memancing ikan di daerah Dusun Teluk durian. Namun hingga malam, korban tak kunjung kembali ke rumah dan merasa khawatir akhirnya memberitahukan kepada warga sekitar.
"Warga sempat mendatangi dan mencari korban di lokasi tempatnya memancing namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Walaupun begitu, warga tidak meninggalkan lokasi hingga pagi hari," kata AKBP Isa.
Ketika Jumat (20/9) pagi sekitar pukul 06:00 WIB salah seorang warga mendengar suara bantingan di dalam air dari jarak sekitar 200 meter. Dari tempat itu juga ditemukan pakaian dan juga pancing korban.
Saat dicek ke sumber suara, tampak suara tersebut dihasilkan dari seekor buaya muara. Di dalam mulutnya, terdapat sesosok mayat laki-laki yang tidak menggunakan pakaian.
"Melihat kejadian tersebut, masyarakat langsung berupaya untuk melakukan pertolongan untuk mengeluarkan korban," lanjut AKBP Isa.
Warga langsung memanfaatkan mesin genset untuk menyetrum buaya yang masih berada di air. Setelah buaya berhasil dilumpuhkan, warga mengeluarkan tubuh korban.
"Saat dikeluarkan dari mulut buaya, ternyata mayat korban sudah tidak lengkap. Kepalanya putus dari badan," ungkapnya.
Tak berhenti di sana, masyarakat langsung membelah bagian perut buaya yang lumpuh, dan ternyata benar kepala dari mayat tersebut berada di dalam perutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain dari korban. Diduga kuat korban memang tewas dikarenakan terkaman satwa tersebut.
"Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan. Keluarga juga telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk diautopsi," tukasnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi dengan Program Kopdes Merah Putih
-
Messi Rebut Puncak FIFA Power Rankings, Spanyol Dominasi di Lini Pertahanan Jelang Final Piala Dunia 2026
-
Pembangunan LRT Velodrome-Dukuh Atas Dinilai Mampu Kurangi Kemacetan
-
AFC Batalkan Malaysia ke Piala Asia
-
Polisi Cari Penembak Runduk yang Bunuh Charlie Kirk
-
Demam Tinggi dan Menggigil: Gejala Influenza Tipe A yang Kini Dipantau Dinkes Kepri
-
Agar Tepat Sasaran, KKP Identifikasi Korban Gempa dari Kalangan Nelayan di NTT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.