Perpindahan ke IKN, Ubah Pola Pikir dan Budaya Kerja
Sabtu, 14 Sep 2024, 03:33 WIBKALIMANTAN TIMUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasannya memberikan pengarahan kepada pejabat TNI dan Polri di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim). Presiden menekankan bahwa perpindahan ke IKN bukan sekadar pindah istana, gedung maupun tempat kerja, tetapi yang paling penting adalah ada perubahan pola pikir dan budaya kerja.
"Kenapa saya mengajak untuk pertemuannya di IKN? Yang pertama, memang saya ingin semuanya melihat IKN, melihat progres kota masa depan itu seperti apa, melihat semangat transformasi itu seperti apa, agar apa? Agar semangat transformasi yang ada itu bisa bapak ibu bawa pulang ke daerah wilayah untuk dikembangkan di daerah masing-masing," ujar Presiden di Kaltim, kemarin.
Presiden Jokowi mengatakan bahwa IKN memang dirancang sebagai kota masa depan, mulai dari gedung, transportasi hingga penyediaan energi. "Di sini gedungnya harus green building, di sini transportasinya harus transportasi hijau, pemakaian listrik yang kita ada sekarang ini dari energi hijau. Itulah masa depan dunia, dunia semuanya menuju ke sana semuanya dan kita ingin juga menuju ke sana, tetapi mendahului dari yang lain," ucap Presiden.
Jokowi pun menyatakan setiap pemimpin pasti memiliki cita-cita dan mimpi besar yang ingin diraih, misalnya mewujudkan pembangunan Indonesia Sentris dalam rangka pemerataan dan keadilan.
"Kita tahu setiap pemimpin pasti memiliki cita-cita pasti memiliki visi, pasti memiliki mimpi besar yang ingin diraih. Misalnya, mewujudkan pembangunan Indonesia Sentris dalam rangka pemerataan dan keadilan, bukan hanya Jawa Sentris tetapi Indonesia Sentris," ujar Presiden.
Kemudian, lanjut Presiden, juga cita-cita mewujudkan Indonesia Emas di 2045. "Dua puluh tahun yang akan datang target kita, kita sudah mencapai GDP per kapita 23.000 dolar AS. Untuk apa mewujudkan Indonesia Emas 2045? Untuk kemajuan dan kemakmuran bangsa dan di mana untuk menggapai itu tidak jarang kita mempertaruhkan banyak hal karena keputusan-keputusan besar apapun itu pasti ada risiko, pasti ada tantangan," kata Presiden Jokowi.
Dalam arahannya, Presiden juga menekankan bahwa perpindahan ke IKN bukan sekadar pindah istana, gedung maupun tempat kerja, tetapi yang paling penting adalah ada perubahan pola pikir dan budaya kerja.
"Keinginan besar kita adalah ada perubahan pola pikir kita, mindset kita, ada perubahan pola kerja kita, ada perubahan budaya kerja kita, yang kita inginkan itu. Dari yang tidak efisien jadi efisien, dari yang mutar-mutar menjadi cepat, ada target waktu. Dari yang berbelit-belit menjadi simpel dan sederhana," ucapnya.
Presiden pun melanjutkan, "Karena sudah sering saya sampaikan, ke depan negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tidak. Negara cepat akan mengalahkan negara yang lambat."
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyatakan Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Garuda IKN, Jumat, merupakan Sidang Kabinet Paripurna terakhir yang diselenggarakan Kabinet Indonesia Maju.
"Ini adalah Sidang Kabinet terakhir dari Kabinet Indonesia Maju," ujar Presiden dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna, di ruang sidang kabinet Istana Garuda IKN, Jumat.
Pada sidang kabinet yang dihadiri seluruh menteri itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas kerja keras, dedikasi para anggota kabinet dalam menjalankan pemerintahan, serta program dan visi Presiden dan Wapres dalam menghadapi tantangan yang ada. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cegah Campak, Dinkes Lebak Gencarkan Imunisasi dan Pola Hidup Bersih.
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Gibran Bisa Mulai Ngantor di IKN Tahun 2026
-
Banjir Surut, Warga Demak Mulai Pulang, Penanganan Tanggul Terus Dikebut
-
Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata
-
Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Juara Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
-
Daftar Lengkap Kantong Parkir Car Free Night Malam Takbiran: Dari Monas hingga Wisma Mandiri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.