- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kenapa Ada Kebijakan Baru ...
Kenapa Ada Kebijakan Baru Ini, Prancis Perketat Pengawasan Investasi Asing
Selasa, 04 Agu 2026, 00:03 WIBISTANBUL - Prancis telah memperketat kontrol terhadap investasi asing di perusahaan-perusahaan strategis, menurunkan ambang batas kepemilikan yang memicu pengawasan pemerintah dari 25 persen menjadi 10 persen, menurut laporan media lokal, Senin.
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menandatangani dekrit yang diterbitkan pada Minggu (2/8) yang bertujuan untuk memperkuat pengawasan negara terhadap akuisisi oleh investor asing di sektor-sektor yang dianggap sensitif, menurut stasiun televisi BFMTV.
Berdasarkan aturan baru, investor non-Eropa yang ingin mengakuisisi setidaknya 10 persen hak suara di perusahaan publik Prancis yang beroperasi di sektor strategis akan menghadapi peninjauan oleh Kementerian Ekonomi.
Sebelumnya, pengawasan pemerintah dipicu ketika investor tersebut mengakuisisi saham sebesar 25 persen atau lebih.
Langkah itu bertujuan untuk "terus melindungi bisnis dan teknologi utama untuk keamanan" Prancis, kata kantor Perdana Menteri.
"Dalam konteks geopolitik yang ditandai dengan ketegangan yang kuat," pemerintah ingin melindungi Prancis dari "kepemilikan saham oportunistik non-Eropa" di perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham yang dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional, tambahnya.
Pengawasan yang ditingkatkan akan dilakukan melalui prosedur yang dipercepat untuk menghindari pembatasan yang tidak perlu terhadap kemampuan perusahaan untuk mengumpulkan modal di pasar keuangan.
Investor asing akan diwajibkan untuk memberitahukan kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Setelah permohonan lengkap diterima, menteri perekonomian akan memiliki waktu 10 hari untuk memutuskan apakah transaksi yang diusulkan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dekrit itu menyusul laporan parlemen yang disampaikan kepada Lecornu pada 20 Juli yang menyerukan "perubahan pendekatan radikal" untuk memperkuat keamanan ekonomi Prancis di tengah meningkatnya risiko geopolitik.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Naomi Siap Hadapi Elise Mertens
-
Ekonomi Biru Dikebut, KKP Ajak Swasta Ikut Garap Potensi Laut RI
-
Profil Timnas Swiss, Membidik Lolos ke Perempat Final Pertama dalam 72 Tahun
-
PT KAI Ungkap Pelanggan Kereta Panoramic Meningkat 62,32 Persen
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Wacanakan Pembangunan Gedung Parkir Modern di Pusat Kota
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.