Berpotensi Koreksi Lanjutan
Kamis, 12 Sep 2024, 11:16 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negative, hari ini (12/9). Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi oleh rilis data inflasi dari Amerika Serikat (AS), fluktuasi nilai tukar rupiah dan komoditas utama.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Kamis (12/9), rawan terkoreksi dengan support di 7.654 dan resistance 7.809.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/9) sore, ditutup turun mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 0,43 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.760,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,21 poin atau 0,02 persen ke posisi 951,62.
"Bursa Asia didominasi pelemahan di tengah sikap wait and see para pelaku pasar menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) dan debat presiden AS yang ditunggu-tunggu, sementara harga minyak berada di sekitar level terendah tiga tahun di tengah kekhawatiran atas prospek permintaan yang lemah," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta, kemarin.
Calon Presiden dari Demokrat Kamala Harris dan kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump akan berdebat untuk pertama kali dan mungkin satu-satunya mereka. Debat ini akan sangat penting dan krusial dalam pertarungan mereka sebab akan mempengaruhi kebijakan moneter jangka panjang, kebijakan fiskal, dan rencana ekonomi.
Sementara itu, inflasi AS yang akan dirilis nanti malam diperkirakan menurun dari sebelumnya 2,9 persen menjadi 2,6 persen secara tahunan. Sedangkan inflasi inti tetap pada level yang sama yaitu 3,2 persen secara tahunan.
Meskipun Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga pada pekan depan, besaran pemangkasan suku bunga masih menjadi perdebatan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.