- Home
-
- Luar Negeri
-
- Picu Kontroversi, Reformas...
Picu Kontroversi, Reformasi Pensiun Prancis Akan Dikaji Ulang
Minggu, 08 Sep 2024, 06:00 WIBMoskow - Perdana menteri baru Prancis Michel Barnier mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan pembahasan soal reformasi pensiun yang memicukontroversi.
Protes besar-besaran menentang reformasi tersebut terjadi di negara itu sejak Januari hingga Juni 2023 danmelibatkan lebih dari 1 juta orang.
Namun, undang-undang yang menaikkan usia pensiun secara bertahap dari 62 menjadi 64 tahun mulai September.
"Saya akan membuka debat untuk memperbaiki undang-undang ini demi mereka yang paling terdampak," kata Barnier kepada stasiun TV TF1 pada Jumat (6/9).
Namun, dia menolak untuk menjelaskan apakah ketentuan soal kenaikan usia pensiun secara bertahap akan ditinjau ulang. Dia hanya mengatakan dirinya ingin bertindak berdasarkan pertimbangan anggaran.
Barnier berencana menyampaikan pandangannya di parlemen dalam beberapa pekan mendatang, menurut laporan stasiun TV itu.
Dia juga menjelaskan prioritas pemerintahannya, termasuk pengendalian arus migrasi melalui langkah-langkah khusus, peningkatan layanan publik, dan upaya mencegah bertambahnya utang nasional Prancis.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!
-
Banjir Nepal-Tibet: 93.000 Orang Sangat Butuh Bantuan dan 584 Tewas
-
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan Seharian, Suhu Udara Mencapai 36°C
-
Abu Vulkanik Krakatau Mereda, Mitigasi Tetap Dilaksanakan Pemkot Tangerang
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
-
Kota Bandung Siap Hadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026
-
Era Mobil Hidrogen Dimulai, BMW Uji iX5 dengan Jarak Tempuh 750 Km
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.