Tiongkok dan Filipina Saling Tuding
📅 Senin, 02 Sep 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Philippine Coast Guard
BEIJING - Tiongkok dan Filipina pada Sabtu (31/8) saling menuduh dengan secara sengaja menabrak kapal penjaga pantai mereka di dekat beting yang jadi titik konfrontasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS), yang merupakan insiden terbaru dalam serangkaian insiden serupa dalam beberapa pekan terakhir.
Beijing mengklaim hampir seluruh perairan yang penting secara ekonomi tersebut meskipun ada klaim dari negara lain dan putusan pengadilan internasional yang menyatakan bahwa klaimnya tidak memiliki dasar hukum.
Seorang juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok mengatakan insiden pada Sabtu itu terjadi di lepas pantai Sabina Shoal yang disengketakan, yang telah muncul sebagai titik panas baru dalam konfrontasi maritim jangka panjang antara kedua negara.
"Tak lama setelah tengah hari, sebuah kapal Filipina dengan sengaja bertabrakan dengan sebuah kapal Tiongkok di dekat beting tersebut, yang dikenal dalam bahasa Tiongkok sebagai Xianbin," kata juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok, Liu Dejun, sebagaimana dilansir kantor berita pemerintahCCTV.
"Tiongkok menjalankan perlindungan kedaulatan yang tidak dapat dibantah di zona ini", kata Liu, seraya mengecam tindakan tidak profesional dan berbahaya kapal Filipina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Jay Tarriela, mengatakan bahwa justru kapal Penjaga Pantai Tiongkok dengan nomor lambung 5205 yang secara langsung dan sengaja menabrak kapal Filipina, BRP Teresa Magbanua.
Kapal Filipina tersebut dilaporkan telah berlabuh di dalam Sabina Shoal sejak April untuk menegaskan klaim Manila atas wilayah tersebut.
Tarriela mengatakan BRP Teresa Magbanua telah ditabrak tiga kali oleh kapal Tiongkok tersebut. Tidak ada awak kapal yang terluka selama insiden tersebut, tetapi bagian pinggir anjungan dan lambung kapal rusak dan sebuah lubang juga ditemukan pada sisi kapal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penting bagi kita untuk mencatat bahwa penabrakan ini terjadi meskipun ada tindakan dan kehadiran kita yang tidak beralasan di Escoda Shoal," kata Tarriela kepada wartawan, menggunakan nama Filipina untuk Sabina Shoal.
Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Manila yang mengangkat isu LTS dalam perundingan bilateral tingkat tinggi pekan ini di Beijing, mengecam Tiongkok atas tindakan berbahaya dan meningkat di dekat Sabina Shoal.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Matthew Miller, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Washington DC telah menghimbau Tiongkok untuk menyesuaikan klaim dan tindakannya dengan hukum internasional dan menghentikan tindakan yang membahayakan dan mengganggu stabilitas.
Jepang pun turut mengecam terjadinya insiden terbaru di LTS.Duta Besar Jepang untuk Filipina, Kazuya Endo, mengatakan di media sosial bahwa Jepang sangat prihatin atas sejumlah insiden yang berulang, termasuk tabrakan pada Sabtu oleh kapal Pasukan Penjaga Pantai Tiongkok dengan kapal Filipina.
Kekhawatiran Serius
Dalam pernyataannya, Tarriela menyebut bahwa tabrakan kapal pada akhir pekan itu adalah insiden kelima pelecehan maritim Tiongkok sepanjang bulan ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!