Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbud Ingatkan Kesepakatan Kelas Kunci Pemanfaatan Kecerdasan Buatan

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemendikbud Ingatkan Kesepakatan Kelas Kunci Pemanfaatan Kecerdasan Buatan Doc: ANTARA/Flickr/Mike MacKenzie
Ket. Ilustrasi - Kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin kian menyita perhatian dunia.

Jakarta - Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PDM) Kemendikbudristek mengingatkan pentingnya kesepakatan kelas dalam pemanfaatan kecerdasan buatan/AI dalam pembelajaran.

Pengembang Teknologi Pembelajaran Direktorat SD Ditjen PDM Kemendikbudristek Noor Ginanjar mengatakan kesepakatan kelas tersebut menjadi poin penting beretika dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk proses belajar mengajar di kelas, apa yang boleh digunakan dan sejauh mana penggunaannya.

"Dengan adanya kesepakatan kelas itu, guru tetap memiliki otoritas untuk memilih dan mendesain materi apa saja yang disediakan melalui AI yang akan digunakan untuk proses pembelajaran sesuai dengan kondisi kelas masing-masing," kata Ginanjar dalam seri webinar bertajuk Merancang Pengaman Pembelajaran Interaktif dengan Kecerdasan Buatan di Jakarta, Rabu.

Ia pun menambahkan, kesepakatan kelas itu mencakup edukasi awal dari tenaga pendidik mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan yang tidak akan menggantikan aspek pedagogi dalam proses belajar mengajar.

Itu artinya, lanjut dia, teori bisa ditanyakan kepada AI, proses belajar dapat dibantu oleh AI, namun aspek pedagogi, didikan ataupun pengajaran hanya bisa dilakukan oleh tenaga pendidik.

Oleh karena itu, tenaga pendidik perlu memberikan literasi digital yang cukup kepada siswa sebelum memanfaatkan AI dalam proses belajar sehingga keberadaannya tidak menjadi bumerang dan tetap sebagai teknologi pembantu untuk melatih kemampuan bernalar siswa.

"Artinya, pelaku utama dari pedagogi itu sendiri adalah tenaga pendidik sehingga kehadiran teknologi AI hanya sebagai sarana pendukung pembelajaran, bukan pengganti. Sampai kapan pun guru tidak akan pernah bisa tergantikan oleh teknologi. Teknologi hanya membantu proses pembelajaran lebih cepat, lebih baik, lebih efisien," tegasnya.

Selain itu, tenaga pendidik juga perlu menyediakan sesi diskusi dan refleksi di akhir pelajaran guna menerima penilaian bagaimana kecerdasan buatan membantu proses belajar mengajar di kelas serta apa kekurangan dari pemanfaatan AI tersebut dalam pengalaman belajar siswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.