Kebutuhan Pangan IKN Jangan Bergantung Impor

Kamis, 22 Agu 2024, 08:42 WIB

JAKARTA - Optimalisasi lahan rawa di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai lokasi cetak sawah baru seluas 500 ribu hektare diharapkan bisa menjadi penyanggah kebutuhan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke depannya. Pembangunan pertanian di daerah sekitar IKN perlu menjadi prioritas dan implementasinya perlu disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing daerah.

Peneliti Pusat Riset Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana, Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut, merespons positif rencana cetak sawah di lahan rawa dan bekas pengembangan lahan gambut (PLG) di Kabupaten Kapuas, Kalteng, tersebut. Menurutnya, dalam jangka panjang, langkah itu bisa menjadi penyanggah kebutuhan pangan IKN dan Kalimantan seluruhnya nanti.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Dirinya berharap target peningkatan hasil pertanian pada daerah sekitar IKN harus menjadi prioritas agar kebutuhan pangan bisa terpenuhi dari hasil pangan lokal Kalimantan. "Biar kebutuhan pangan di sana tidak perlu didatangkan dari luar termasuk dari Jawa bahkan impor," tegas Siprianus kepada Koran Jakarta, Rabu (21/8).

Seperti diketahui, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, membidik pencetakan sawah seluas 500 ribu hektare (ha) di lahan rawa dan bekas pengembangan lahan gambut (PLG) di Kabupaten Kapuas Kalteng guna mengantisipasi krisis pangan global. "Pemerintah tengah merencanakan pencetakan sawah seluas 500 ribu hektare di lahan rawa Kalimantan Tengah, sebagai bagian dari upaya membangun lumbung pangan yang akan menyuplai kebutuhan pangan Ibu Kota Negara," kata Mentan, Rabu (21/8).

Amran menyampaikan program itu juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengantisipasi krisis pangan global. Salah satu titik lokasi yang dipilih adalah Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Total lahan pertanian yang dibidik Kementan di Kalteng mencapai 2,7 juta ha sementara untuk padi rencananya 500 ribu hektare. Jika ini berhasil maka bisa menutup defisit pangan sebesar empat juta ton.

Adapun Mentan secara langsung meninjau kawasan tersebut, Selasa (20/8), guna memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan. Dengan adanya rencana cetak sawah itu, dirinya ingin memastikan kondisi lahan di Kapuas, apakah clear dan clean untuk rencana cetak sawah.

"Kami telah menurunkan tim pusat, pemerintah daerah dan TNI untuk memeriksa semua status lahan, agar proses tahap selanjutnya dapat segera dimulai," ujarnya.

Teknologi Modern

Mentan juga menegaskan pengembangan cetak sawah ini akan menggunakan teknologi modern, tidak hanya dengan cara manual, tetapi juga melibatkan tenaga terlatih, termasuk mendorong partisipasi petani milenial. "Pengembangan ini bukan hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat hilirisasi pertanian," ucap Mentan.

Program pengembangan sawah di lahan rawa ini berada di kawasan aluvial eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng, yang juga merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN). Optimalisasi lahan rawa ini dianggap sebagai terobosan penting untuk meningkatkan dan mengamankan ketersediaan beras dalam negeri.

Lebih lanjut, Amran menegaskan pengembangan rencana cetak sawah itu tidak berarti membuka kembali lahan eks PLG, tetapi mengoptimalkan pemanfaatan lahan eksisting di eks PLG dan di luar lahan PLG. "Proses ini dilakukan secara bertahap. Tahap selanjutnya adalah identifikasi kepemilikan lahan dan desain pengelolaan dengan melibatkan masyarakat dan investor. Setelah irigasi tersedia, kami akan melakukan budi daya untuk selanjutnya mempersiapkan kebutuhan saprodi," kata Mentan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.