Filipina: Penjaga Pantai Tiongkok Hambat Pembangunan Kepercayaan
📅 Rabu, 21 Agu 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JAM STA ROSA
MANILA - Filipina pada Selasa (20/8) mengatakan Penjaga Pantai Tiongkok tidak membantu upaya membangun kepercayaan di Laut Tiongkok Selatan (LTS), setelah menuding mereka menabrak dan merusak kapal-kapal Filipina dalam serangkaian perselisihan terbaru.
"Filipina mendesak Tiongkok untuk menahan diri dari tindakan agresif dan mematuhi hukum internasional," kata Alexander Lopez, juru bicara Dewan Maritim Filipina, sebuah badan antar kementerian yang merumuskan kebijakan mengenai LTS.
Insiden terbaru terjadi di dekat Sabina Shoal, ketika Filipina melakukan misi pengiriman pasokan ke pulau yang didudukinya di gugusan Kepulauan Spratly, yang sebagiannya juga diperebutkan oleh Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia.
Atas terjadinya insiden itu, Tiongkok telah menentang pernyataan Manila dan mengatakan Penjaga Pantai Filipina justru telah bertindak dengan cara yang tidak profesional dan berbahaya.
Lopez dalam penjelasannya di istana kepresidenan di Manila mengatakan bahwa dewan tersebut menyatakan keprihatinan serius atas pelecehan dan pelanggaran yang disengaja oleh Tiongkok terhadap kedaulatan dan hak kedaulatan Filipina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tindakan Tiongkok ini mendapat kecaman dari sekutu perjanjian Filipina yaitu Amerika Serikat (AS), yang menggambarkan tindakan tersebut sebagai berbahaya dan sembrono, sementara Jepang melalui kedutaan besarnya di Manila juga menyatakan keprihatinan serius sambil mengulangi seruannya untuk penyelesaian perselisihan secara damai.
Tiongkok mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS dan telah mengerahkan armada kapal penjaga pantai untuk melindungi wilayah yang dianggapnya sebagai wilayahnya, ratusan kilometer dari daratan utama. Sedangkan pengadilan arbitrase internasional mengatakan klaim Beijing tidak memiliki dasar hukum internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seruan Beijing
Terkait tabrakan kapal di dekat Sabina Shoal dan reaksi AS atas insiden itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, kembali meminta agar AS tidak ikut campur.
"AS harus berhenti memicu konfrontasi di LTS dan berhenti mengganggu stabilitas kawasan serta meningkatkan ketegangan di kawasan perairan tersebut, apalagi AS bukan pihak terkait dalam masalah LTS dan tidak dalam posisi untuk ikut campur dalam masalah maritim antara Tiongkok dan Filipina," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (20/8).
"Apa yang dilakukan Tiongkok adalah menanggapi aktivitas pelanggaran Filipina. Kami mengambil tindakan tersebut untuk mempertahankan kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim kami. Tindakan tersebut adil, sah dan dibenarkan," imbuh dia seraya menegaskan bahwa AS tidak boleh menggunakan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina untuk membenarkan pelanggaran kedaulatan, hak dan kepentingan Tiongkok di LTS.
Atas kejadian tabrakan kapal tersebut, Kementerian Luar Negeri AS melalui pernyataan Wakil juru bicara Vedant Patel mengatakan AS mendukung sekutunya Filipina dan mengutuk tindakan berbahaya oleh Tiongkok terhadap operasi maritim Filipina di LTS.
Patel mengatakan tabrakan tersebut adalah contoh terbaru dari Tiongkok yang menggunakan tindakan berbahaya dan meningkatkan eskalasi untuk menegakkan klaim maritim LTS yang ekspansif dan melanggar hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!