Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengawasan di Pulau Terluar Indonesia Terus Diperkuat

📅 Minggu, 18 Agu 2024, 08:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan di Pulau Terluar Indonesia Terus Diperkuat Doc: ANTARA/Ho-Humas PSDKP
Ket. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono berpose dengan sejumlah personel PSDKP di Sabu Raijua.

Kupang - Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk memperkuat pengawasan di pulau-pulau terluar Indonesia untuk mengantisipasi aktivitas ilegal kapal asing.

"Kami hadir di sini, di salah satu pulau terluar beranda Indonesia selatan untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan pengawasan, termasuk kapal pengawas dan satelit pengintai, untuk memantau aksi pencurian sumber daya alam Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.

Hal ini dia sampaikansaat mendampingi Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggonopada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia di Kabupaten Sabu-Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Pria yang biasa dikenal dengan sebutan Ipunk itu menjelaskan salah satu isu yang perlu diperhatikan di Kabupaten Sabu Raijua adalah nelayan pelintas batas.

Menurut dia, letak geografi Sabu Raijua yang berdekatan dengan negara Australia menjadi magnet untuk kegiatan ilegal lintas negara.

"Beberapa bulan lalu kami mendapati dua unit kapal ikan yang diduga melakukan penyeludupan manusia(people smuggling)serta melakukan pelanggaran penangkapan ikan lintas negara tanpa dilengkapi dokumen perikanan di NTT. Untuk itu kami hadir untuk melakukan pengawasan agar hal-hal tersebut tidak terulang kembali." ujarnya.

Belum lama ini, lanjut Ipunk,pihaknya bekerja sama denganAustralian Fisheries Management Authority (AFMA) Australia mengedukasi para nelayan di Kota Kupang dan Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui kegiatanPublic Information Campaign(PIC) untuk tidak melakukan penangkapan ikan tanpa izin di wilayah perairan Australia dan agar memahami risiko yang dihadapi apabila tetap melakukan pelanggaran tersebut.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan parastakeholderhingga pemerintah daerah dalam rangka mencegah nelayan melintas batas.

Salah satu solusinya adalah dengan mencarikan alternatif mata pencaharian. Sebab Kabupaten Sabu Raijua dianugerahi potensi sumber daya laut yang luar biasa.

"Baik berupa potensi penangkapan ikan, maupun potensi budidaya ikan, budi daya rumput laut dan tambak garam. Bahkan, boleh disebut kalau Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu kabupaten penghasil rumput laut dan garam terbaik" ujar Ipunk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.