Masyarakat Adat Harus Tetap Diberi Ruang di IKN Nusantara
📅 Selasa, 06 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim RedaksiJAKARTA - Otoritas Ibu Kota Negara (OIKN) akan menjadikan kearifan lokal yang ada di Kalimantan Timur sebagai desa wisata dan museum hidup seperti di Bali.
Deputi Sosial Budaya Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimudin, dalam ASN Festival 2024 di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan akan mempersiapkan desa wisata yang diberi nama Living Museum.
OIKN, jelasnya, berupaya mengubah desa-desa di IKN, khususnya di Penajam Paser Utara, menjadi Living Museum atau Museum Hidup, yang dapat menarik minat wisatawan.
Tujuan dari konsep itu adalah agar kearifan lokal yang ada di IKN tetap terlihat jelas dan hidup di desa wisata yang akan dikembangkan.
Salah satu contoh kearifan lokal yang akan dipertahankan adalah Suku Paser, suku asli yang mendiami kawasan Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Paser.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebutkan pihaknya berkomitmen untuk membantu suku Paser agar tetap eksis dan budaya mereka tetap ada meski di daerah itu dilakukan pembangunan IKN.
Menurut dia, untuk menjadikan desa wisata sebagai tujuan wisata, mereka akan mengadopsi konsep Living Museum yang serupa dengan yang ada di Karangasem, Bali. Konsep itu bertujuan agar pola hidup sehari-hari masyarakat lokal dapat dirasakan secara langsung oleh pengunjung.
Dalam prosesnya, OIKN berfokus pada pelestarian kearifan lokal seperti melaksanakan rembuk budaya untuk memastikan bahwa meskipun IKN berada di Kalimantan Timur, pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada budaya lokal, tetapi juga pada budaya Nusantara secara keseluruhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Letak permukiman suku Paser yang berada di pinggiran aliran sungai menjadi perhatian OIKN. Dalam proyek pengendalian banjir, desain pembangunan telah di-review untuk memastikan suku Paser tetap bisa tinggal di wilayah mereka.
"Sedang kita garap sejumlah proyek, termasuk pengendali banjir. Di awal-awal, mereka memang tergusur, tapi setelah kita lakukan review desain pembangunan pengendali banjir, mereka akan tetap di situ," ungkapnya.
Dia pun yakin, IKN di Kalimantan Timur akan menjadi lokasi yang kondusif dan mampu mengelola kesenjangan yang mungkin timbul dengan baik.
Ekonomi Kerakyatan
Pada kesempatan terpisah, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan rencana itu sangat tepat karena pendekatan pembangunan IKN ke depannya harus menempatkan masyarakat adat/lokal sebagai subjek.
Menurut Awan, itu merupakan pintu masuk bagaimana merealisasikan rencana pemerintah mengubah desa desa di IKN menjadi Living Museum. Pendekatan ekonomi kerakyatan harus dilakukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!