Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perbankan Harus Lincah Hadapi Gejolak Ekonomi

📅 Senin, 05 Agu 2024, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perbankan Harus Lincah Hadapi Gejolak Ekonomi Doc: ANTARA/HO-BSI
Ket. Ketua Bidang Organisasi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi dalam acara Welcoming Dinner "Perbanas CFO Forum II – 2024" di Bali, Kamis (1/8/2024).

JAKARTA - Industri perbankan nasional harus semakin agile atau lincah dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi di masa depan. Karena itu, kondisi ekonomi Indonesia semakin terjaga.

Ketua Bidang Organisasi Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi melihat dinamika ekonomi dan keuangan berubah cepat, baik di tataran global juga nasional. "Hal itu tentunya membuka tantangan dan peluang besar bagi industri perbankan," ujarnya melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/8).

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), pertumbuhan PDB dunia tahun ini diproyeksikan sekitar 3,2 persen atau sama dengan tahun lalu, namun masih lebih kecil dibandingkan pada 2021 dan 2022 yang masing-masing 6,5 persen dan 3,5 persen.

Di sisi lain, Hery juga mengingatkan eskalasi geopolitik menambah ketidakpastian yang membayangi prospek ekonomi di masa depan. "Menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik global, beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS), mengadopsi kebijakan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama atau higher for longer," kata Hery yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Dia menambahkan ketidakpastian pada arah kebijakan moneter dan fiskal global juga terus menguat mengingat sejumlah negara pada tahun ini dan tahun depan, termasuk AS, menyelenggarakan pemilihan presiden.

Meski demikian, World Bank dan IMF memperkirakan perekonomian Indonesia tumbuh 5,0 persen pada 2024 sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Tanah Air berada di rentang 4,7 persen hingga 5,5 persen di tahun ini.

Hery menjelaskan, konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap kuat meski terindikasi sedikit menurun pada kuartal II-2024, terlihat dari Indeks Keyakinan Konsumen dan retail sales yang tumbuh relatif lebih lambat. Investasi juga diperkirakan tetap kuat sejalan dengan PMI Manufaktur yang tetap berada pada zona ekspansif.

Di tengah kondisi suku bunga tinggi, Hery mengatakan likuiditas secara makro menurun namun tetap memadai

yang terindikasi dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang turun tetapi tetap tinggi.

Dengan likuiditas yang masih memadai secara makro, kata dia, hal ini mendorong intermediasi perbankan tetap tumbuh solid karena didukung kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

Tantangan Likuiditas

Namun, terdapat tantangan yang dihadapi perbankan seiring dengan pertumbuhan kredit berupa risiko peningkatan non-performing loan (NPL) sehingga penyaluran kredit harus terus dipantau. Selain itu, tantangan likuiditas terutama terkait pendanaan (funding) perbankan perlu terus dicermati untuk ke depannya.

Berdasarkan data BI, penyaluran kredit pada Juni 2024 tumbuh tinggi sebesar 12,36 persen secara tahunan atau year on year (yoy), didorong kuatnya sisi penawaran dan permintaan terutama ditopang kredit korporasi. Sedangkan DPK tumbuh 8,45 persen yoy pada periode yang sama. Adapun loan to deposit ratio (LDR) tercatat di level 85,74 persen.

Hery memperkirakan imbal hasil dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sangat menarik sebagai upaya untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Penerbitan SBN pun tinggi mengingat banyaknya surat berharga negara yang jatuh tempo hingga tiga tahun ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.