Pemkab Lebak Tetapkan Enam Produk Unggulan Daerah

Minggu, 28 Jul 2024, 05:00 WIB

Rangkasbitung - Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menetapkan enam produk sebagai unggulan daerah karena bahan bakunya melimpah dan sudah menjadi andalan ekonomi masyarakat di daerahnya.

"Kami minta produk enam produk unggulan itu bisa terus bersaing pasar," kata Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Juli Zakiah dalam keterangannya di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu.

Keenam produk unggulan daerah itu adalah gula aren, kerupuk emping, batik, pengolahan pisang dan ikan, serta kerajinan bambu, yang telah tumbuh dan berkembang dan menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan, mengatasi kemiskinan, dan menyerap lapangan pekerjaan.

Khusus produk gula aren dan kerajinan bambu sudah menembus pasar ekspor.

Untuk produk gula aren tersebar di Kecamatan Cigemblong, Cijaku, Leuwidamar, Sobang, Cibeber, Cihara, Panggarangan, Malingping dan Cilograng.

Selanjutnya, produk pengolahanpisang sale dan aneka macam keripik di Kecamatan Bayah, Cibeber dan Cilograng, sedangkan pengolahan ikan tangkap di Kecamatan Wanasalam, Malingping dan Cihara sebagai daerah pesisir pantai selatan Banten.

Pengolahan ikan tangkap itu di antaranya abon, bakso, dan kerupuk.

Produk kerajinan bambu beradadi Kecamatan Rangkasbitung, Sajira, Cimarga, Cirinten dan Bojongmanik dengan memproduksi mebeleur, seperti kursi, meja, tempat tidur, dan perabotan dapur.

Sedangkan, produk batik tersebar di Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar dan Leuwidamar khusus masyarakat Badui.

Produk unggulan daerah lainnya, kata dia, kerupuk emping di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur dan bisa memasok kebutuhan untuk Jakarta dan Bandung.

"Kami mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk unggulan daerah itu sehingga mampu menembus pasar domestik dan mancanegara," kata Juli.

Ia juga menyebutkan pihaknya memberikan bantuan peningkatan mutu kemasan, sertifikasi halal, perizinan rumah tangga, pemasangan barcode dan terdaftar pada Kementerian Kesehatan serta BPOM.

Selain itu, juga pelatihan digitalisasi terhadap pelaku UMKM agar bisa memasarkan produk dengan menggunakan aplikasi, sehingga pangsa pasarnya lebih luas.

Pelatihan itu diharapkan semua pelaku UMKM bisa memasarkan secara digital di lokapasardanmedia sosial.

Pemasaran secara online sangat praktis dan menguntungkan untuk mempertemukan produsen dan konsumen.

"Kami tahun ini memberikan pelatihan digitalisasi lebih dari 200 pelaku UMKM khususnya untuk enam produk unggulan daerah itu," katanya.

Sementara itu, Umsaroh, seorang pelaku UMKM batik khas LebakdiKabupaten Lebak mengatakan sejak dua tahun terakhir ini omzet penjualan relatif stabil hingga Rp300 juta per bulan dari sebelumnya sepi permintaan saat pandemi COVID-19.

Saat ini, permintaan konsumen batik khas Lebak wilayah daerah di Banten dan Jakarta.

Permintaan konsumen itu kebanyakan yang memiliki butik juga desainer busana, ASN, BUMN dan masyarakat umum.

Namun, untuk konsumen dari kalangan masyarakat umum itu setelah melihat dari media sosial dan marketplace.

Harga batik Lebak termurah yang dijual berkisar Rp150.000 dengan bahan baku katun, sedangkan bahan baku sutera mencapai Rp1 juta.

Saat ini, ia telah meningkatkan produksi dengan menyerap 40 pekerja agar bisa memenuhi permintaan konsumen.

"Kami bekerja keras agar konsumen tidak kecewa, bahkan permintaan dari perusahaan BUMN bisa terpenuhi, " kata Umsaroh, yang juga seorang guru SD itu.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.