Xanana Gusmao Raih Gelar Doktor Honoris Causa Unhas, Rektor Ungkap Dampak Besarnya

Minggu, 06 Sep 2026, 02:01 WIB

MAKASSAR - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) mengatakan penganugerahan Doktor Honoris Causa (HC) kepada Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao merupakan langkah strategis dalam konteks penguatan hubungan kedua bangsa melalui jalur akademik.

Prof JJ mengatakan penganugerahan ini memiliki arti strategis yang lebih luas. Gelar kehormatan tersebut membuka ruang penguatan hubungan akademik dengan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, pertukaran pengetahuan, mobilitas mahasiswa, serta jejaring alumni.

Ket. Foto: Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengalungkan sarung kepada Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmau pada acara penganugerahan doktor kehormatan (honoris causa/HC), di Unhas Makassar, Sabtu (5/9). — Sumber: Antara foto/HO-Unhas

“Penganugerahan ini memiliki makna strategis bagi Unhas. Kita ingin memperkuat hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui pendidikan, penelitian, serta jejaring akademik," ujarnya pada kegiatan penganugerahan Doktor HC itu, di Gedung AP Pettarani Unhas Tamalanrea, Makassar, Sabtu (5/9).

"Ilmu pengetahuan dapat membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi generasi kedua negara. Ini adalah model science diplomacy,” ujar Prof JJ.

Ia menjelaskan, Unhas melihat ilmu pengetahuan dapat membuka jalur perjumpaan dalam bentuk baru. Mahasiswa, akademisi, peneliti, dan alumni dapat mengisi ruang hubungan tersebut melalui pendidikan, penelitian, serta pertukaran gagasan.

"Penganugerahan Doctor Honoris Causa kepada Xanana memiliki dua makna. Gelar tersebut memberikan penghormatan akademik atas perjalanan seorang tokoh, sekaligus momentum yang sama memperkuat diplomasi akademik Unhas dengan Timor-Leste," katanya lagi.

Rektor menjelaskan, berada di Indonesia Timur pada persilangan Asia Tenggara dan Pasifik, Unhas memiliki posisi geografis dan intelektual yang khas. Unhas ingin menjadi knowledge bridge yang mempertemukan Indonesia, Timor Leste, ASEAN, dan Pasifik.

Menurut dia, kedekatan geografis harus kita ubah menjadi kedekatan intelektual, persahabatan politik harus kita lanjutkan menjadi kerja sama pendidikan, dan komitmen perdamaian harus kita wujudkan dalam riset serta pengabdian pada masyarakat.

"Unhas menempatkan diri sebagai jembatan akademik yang akan turut memperkuat Timor Leste dalam perjalanan atau kah dalam keanggotaan ASEAN. Dan setelah diterima sebagai anggota penuh, kami siap untuk mendukung proses integrasi ini semakin kuat dan semakin bermakna," katanya pula.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.