Perubahan Iklim Hancurkan Kehidupan Kupu-kupu di Albania
📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Adnan Beci
Kupu-kupu Alexanor yang berwarna kuning cerah, hitam, merah, dan biru, pernah banyak beterbangan di lereng penuh bunga-bunga di barat daya Albania. Namun kini, kata para ilmuwan, seperti banyak spesies terkait lainnya, mereka nyaris punah karena ulah umat manusia, termasuk akibat perubahan iklim.
Semakin lama kupu-kupu Alexanor semakin menghilang dari Distrik Zvernec yang indah. Alexanor adalah salah satu dari 58 dari 207 spesies kupu-kupu di negara Balkan yang menurut para peneliti terancam punah.
"Peka terhadap perubahan, mereka adalah cerminan sebenarnya dari kondisi ekosistem tempat mereka hidup," kata Anila Paparisto, ahli entomologi di Universitas Tirana.
Di Zvernec, Paparisto memimpin tim peneliti dan mahasiswa yang berupaya mengidentifikasi spesies kupu-kupu yang tersisa di negara tersebut serta spesies yang kini telah punah. Sejumlah penelitian ilmiah telah mengukur dampak perubahan iklim terhadap populasi kupu-kupu, meskipun para peneliti juga menyalahkan faktor lainnya seperti kombinasi urbanisasi yang cepat, pestisida, dan pemanasan suhu sebagai penyebab penurunan populasi tersebut.
"Aktivitas manusia dan perubahan iklim berdampak besar terhadap alam," kata mahasiswa biologi bernama Fjona Skenderi, yang membantu melakukan penelitian di Zvernec.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di dekat Taman Alam Divjaka, ahli agronomi Albania bernama Altin Hila menyebutkan hilangnya beberapa spesies ngengat sebagai tanda lain yang mengkhawatirkan.
"Ini adalah bencana yang ditandai dengan gangguan iklim, awal musim semi dan suhu yang terlalu tinggi pada bulan Januari dan Februari," jelas Hila, yang juga seorang kolektor dan mengawasi museum kupu-kupu di Divjaka. "Hal ini mendorong telur menetas dan larva kupu-kupu tumbuh, namun pada bulan April suhu masih terlalu rendah bagi mereka untuk bertahan hidup," papar dia.
Berdampak Panjang
Sebaiknya Anda baca juga:
Penurunan populasi kupu-kupu juga berdampak panjang pada spesies lain.
"Ini akan berdampak pada keseluruhan rantai makanan dan keanekaragaman hayati, yang juga penting bagi manusia," kata Paparisto.
"Ketika jumlah kupu-kupu lebih sedikit, Anda akan menghadapi butterfly effect (perubahan kecil bisa menghasilkan konsekuensi yang besar - red)," imbuh dia.
Seperti sebagian besar wilayah Albania, wilayah pesisir dekat Zvernec semakin dibanjiri resor dan blok apartemen, yang dibangun dengan sedikit pengawasan. Para ilmuwan mengatakan pesatnya urbanisasi di wilayah tersebut, serta penangkapan ikan yang berlebihan dan perubahan iklim, juga berperan dalam penurunan drastis populasi burung yang bermigrasi.
Meskipun beberapa populasi kupu-kupu mengalami penurunan, spesies serupa lainnya tetap berkembang sehingga merugikan lingkungan.
Kedatangan ngengat asing melalui impor tanaman hias dari Tiongkok misalnya, telah merusak lebih dari 80 persen hutan boxwood Albania sejak tahun 2019, menurut para ahli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!