Lebih dari 2.500 Orang Ditangkap akibat Demo Ricuh

Rabu, 24 Jul 2024, 02:55 WIB

DHAKA - Jumlah penangkapan dalam beberapa hari kekerasan di Bangladesh melampaui angka 2.500 menurut hitungan AFP pada Selasa (23/7), setelah aksi protes mengenai kuota lapangan kerja memicu kerusuhan yang meluas.

Setidaknya 174 orang tewas, termasuk beberapa petugas polisi, menurut penghitungan terpisah AFP mengenai korban yang dilaporkan oleh polisi dan rumah sakit.

Ket. Foto: Penahanan Demonstran l Sebuah bus polisi pengangkut tahanan yang dipenuhi oleh demonstran yang ditahan melintas di sebuah jalan di Dhaka pada Selasa (23/7). Berdasarkan hitungan kantor berita AFP, sudah lebih dari 2.500 orang ditahan akibat aksi protes yang ricuh di Bangladesh. — Sumber: AFP/Abu SUFIAN JEWEL 

Apa yang dimulai dengan demonstrasi menentang kuota penerimaan yang dipolitisasi untuk pekerjaan pemerintah yang banyak dicari, pekan lalu berubah menjadi kerusuhan terburuk pada masa jabatan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Jam malam diberlakukan dan tentara dikerahkan di seluruh negara Asia selatan itu. Sementara pemadaman internet secara nasional secara drastis membatasi aliran informasi, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari banyak orang.

Kelompok mahasiswa yang memimpin demonstrasi menghentikan protesnya pada Senin (22/7) selama 48 jam, dan pemimpinnya mengatakan mereka tidak menginginkan reformasi dengan mengorbankan begitu banyak darah.

Penghentian tersebut tetap berlaku pada Selasa setelah panglima militer mengatakan situasi telah terkendali.

Menteri Telekomunikasi mengatakan internet broadband akan dipulihkan pada Selasa malam, meskipun ia tidak menyebutkan internet seluler yang merupakan metode komunikasi utama bagi penyelenggara protes.

Ada kehadiran militer dalam jumlah besar di Dhaka, dengan barikade didirikan di beberapa persimpangan dan jalan-jalan utama diblokir dengan kawat berduri.

Ketua Mahasiswa Melawan Diskriminasi, kelompok utama yang mengorganisir protes tersebut, mengatakan kepada AFP pada Senin bahwa dia mengkhawatirkan nyawanya setelah diculik dan dipukuli.

Kelompok itu mengatakan pada Selasa bahwa setidaknya empat pemimpinnya hilang, dan meminta pihak berwenang untuk memulangkan mereka pada malam hari. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.