Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Ingin Selesaikan Sengketa Pulau Takeshima

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 02:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Ingin Selesaikan Sengketa Pulau Takeshima Doc: AFP/KOREA COAST GUARD
Ket. Pulau Sengketa l Sebuah kapal penyelamat Korsel berlayar dekat Kepulauan Dokdo/Takeshima pada November 2019 lalu. Pada Selasa (16/7) Kementerian Luar Negeri Jepang menegaskan pihaknya selalu mengutamakan penyelesaian sengketa Pulau Takeshima/Dokdo sesuai aturan yang berlaku.

TOKYO - Kementerian Luar Negeri Jepang menegaskan pihaknya selalu mengutamakan penyelesaian sengketa Pulau Takeshima atau Pulau Dokdo seperti yang disebut Korea Selatan (Korsel), melalui upaya damai serta sesuai aturan yang berlaku.

"Jepang terus berupaya menyelesaikan persengketaan atas wilayah kedaulatannya di Takeshima berdasarkan hukum internasional melalui upaya yang damai dan tenang," kata Kementerian Luar Negeri Jepang melalui laman resminya, Selasa (16/7).

Korsel pada akhir pekan lalu menyatakan protes atas klaim yang kembali ditegaskan Jepang atas pulau itu dan mendesak Tokyo untuk mencabut klaim tersebut. Kementerian luar negeri dan pertahanan Korsel saat itu memanggil pejabat senior di Kedutaan Besar Jepang di Seoul untuk mengajukan pengaduan.

"Kim Sang-hoon, direktur jenderal urusan Asia dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Korsel, memanggil Taisuke Mibae, wakil kepala misi di Kedutaan Besar Jepang di Seoul, untuk memprotes Tokyo yang terus membuat klaim palsu tentang Dokdo," lapor kantor beritaYonhappada Jumat (12/7).

Sebelumnya pada hari yang sama, kataYonhap, Kementerian Pertahanan Korsel pun telah memanggil atase pertahanan dari kedutaan untuk memprotes tindakan Jepang dan menyerukan koreksi segera dan pencegahan tindakan serupa di masa depan.

Klaim Sepihak

Korsel menegaskan bahwa Pulau Dokdo secara historis, geografis, dan hukum internasional merupakan wilayahnya.

Protes disampaikan Korsel setelah pemerintah Jepang mengadopsi laporan resmi pertahanan 2024, yang menegaskan kembali argumen bahwa Takeshima adalah bagian dari wilayahnya.

Menurut pemerintah Jepang, fakta sejarah serta aturan internasional menunjukkan bahwa pulau yang berada di Laut Jepang itu masuk ke wilayah kedaulatan negaranya. "Pulau Takeshima, tidak perlu didebat lagi, adalah wilayah negara Jepang," kata Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

Jepang sendiri menyayangkan sikap Korsel yang dianggapnya telah mengklaim pulau tersebut secara sepihak dan tidak sesuai aturan internasional yang selama ini diterapkan.

Takeshima/Dokdo telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara bertetangga tersebut.

Saat ini Korsel menempatkan detasemen polisi kecil di pulau-pulau kecil tersebut yang secara efektif mengendalikan pulau-pulau tersebut.Ant/Yonhap/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.