Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO: 1 Juta Anak Kongo Terancam Kekurangan Gizi Akut

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: 1 Juta Anak Kongo Terancam Kekurangan Gizi Akut Doc: UNICEF/Roger LeMoyne
Ket. Lebih dari tiga juta anak telah mengungsi di wilayah timur Republik Demokratik Kongo akibat kekerasan milisi.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa satu juta anak di Republik Demokratik Kongo (DRC) akan menderita kekurangan gizi akut jika tidak segera dilakukan tindakan menyusul konflik bersenjata dan krisis pengungsian di negara tersebut.

"Jika tindakan segera tidak diambil untuk memenuhi kebutuhan dasar di Kongo, lebih dari satu juta anak akan menderita kekurangan gizi akut," kata pejabat senior darurat WHO Adelheid Marschang seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (13/7).

Konflik dan krisis pengungsi menjadi pendorong utama kerawanan pangan di Kongo, kata Marschang yang mengutip laporan terbaru yang mendapati 40,8 juta orang menghadapi kekurangan pangan yang serius di negara Afrika itu dengan 15,7 juta orang menghadapi kerawanan pangan yang parah dan risiko malnutrisi dan penyakit menular yang lebih tinggi.

Marschang menuturkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, Kongo telah menghadapi meningkatnya konflik dan kekerasan, yang menyebabkan pengungsian massal, meluasnya penyakit, dan kekerasan berbasis gender, serta trauma mental yang parah, khususnya di bagian timur negara itu.

DRC juga tercatat sebagai negara dengan jumlah orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan tertinggi di seluruh dunia karena 25,4 juta orang terkena dampak.

"Meskipun demikian, krisis ini masih merupakan salah satu krisis yang paling kekurangan dana," ucapnya.

Pejabat WHO itu juga menyoroti jumlah total pengungsi yang berjumlah sekitar 7,4 juta dan mengatakan perpindahan massal tidak hanya membebani sistem air dan sanitasi tetapi juga mengakibatkan wabah kolera, campak, meningitis, dan cacar monyet.

Semua kondisi tersebut semakin diperparah oleh banjir besar dan tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di negara itu.

Pada 2024, lebih dari 20.000 kasus kolera dan hampir 60.000 kasus campak telah dilaporkan. Jumlah tersebut sebenarnya mungkin akan lebih tinggi karena terbatasnya pengawasan penyakit dan pelaporan data.

Sementara itu, WHO telah menjangkau 460.000 orang dengan layanan kesehatan darurat di daerah yang terkena dampak konflik sepanjang tahun ini.

Marschang menekankan bahwa akses kemanusiaan masih sangat dibatasi oleh kehadiran militer sembari menyerukan akses yang berkelanjutan dan tanpa hambatan, serta mendesak semua pihak untuk bekerja sama memulihkan perdamaian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Nasional
Pemerintah Tetapkan Tarif P...
Nasional
Menperin Targetkan Kontribu...
Advertisement
Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

Event Jakarta Akhir Pekan 10-11 Oktober: Ada Avenged Sevenfold hingga Victoria Run

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.