Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Roket Falcon 9 SpaceX Dilarang Terbang Imbas Gagal dalam Penerbangan

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 12:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Roket Falcon 9 SpaceX Dilarang Terbang Imbas Gagal dalam Penerbangan Doc: Guardian/Joe Marino/UPI/Rex/Shutterstock
Ket. Roket SpaceX Falcon 9 diluncurkan di stasiun antariksa Cape Canaveral di Florida pada hari Senin.

JAKARTA - Roket andalan dari perusahaan antariksa SpaceX, Falcon 9, saat ini mendapatkan pelarangan terbang imbas dari terjadinya insiden kegagalan fungsi saat melakukan penerbangan beberapa waktu lalu.

Insiden terjadi saat roket itu melakukan misi Starlink Group 9-3 untuk melepas satelit Starlink pada Kamis (12/7) malam dari Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg di California, Amerika Serikat.

Adapun insiden yang dimaksud dan menyebabkan Falcon 9 harus ditangguhkan izinnya untuk sementara waktu ini ialah dari sisi pembakarannya.

SpaceX dalam pernyataannya menjelaskan kegagalan ditemukan saat Falcon 9 memasuki tahap kedua dalam penerbangannya.

Pembakaran bahan bakar berlangsung tidak mulus dan terjadi akibat adanya kebocoran oksigen cair.

Setelah itu, langkah antisipasi dilakukan namun ternyata mesin Merlin yang menjadi penggerak Falcon 9 justru mengalami anomali dan tidak dapat menyelesaikan pembakaran lanjutan.

Elon Musk yang juga diketahui pemilik SpaceX turut membenarkan bahwa roket tersebut mengalami kendala dan menyatakan pihaknya telah melakukan pembongkaran mesin untuk mengetahui masalahnya.

Pernyataan perusahaan lebih lanjut menyebut akan melakukan penyelidikan penuh atas insiden tersebut berkoordinasi dengan Federal Aviation Administration (FAA) AS.

Status Falcon 9 ke depannya bakal didasarkan oleh keputusan FAA apakah dapat kembali beroperasi atau tidak.

Roket Falcon 9 merupakan roket kebanggaan SpaceX, di 2024 saja 52 persen dari semua peluncuran orbital tahun ini telah menggunakan roket tersebut, menurut pelacak Orbital Launches Gunter Krebs.

Peluncurannya pada Kamis (12/7) adalah peluncuran Falcon 9 yang ke-70 pada tahun 2024. Sementara pada 2023, Falcon 9 digunakan untuk 96 peluncuran.

Adanya insiden ini merupakan kegagalan Falcon 9 pertama sejak 2016 ketika sebuah roket meledak di landasan peluncuran.

Sebagai akibat dari kegagalan tersebut, SpaceX mengatakan satelit Starlink dikerahkan ke orbit yang lebih rendah dari yang dimaksudkan.

Pada Jumat sore, perusahaan mengatakan telah melakukan kontak dengan 10 satelit dari 20 yang ada di atas roket.

Dengan catatan satelit dinilai telah berada dalam lingkungan yang sangat tinggi denganperigee, atau titik terendah dari orbit elips satelit.

SpaceX menyatakan satelit itu memiliki pendorong, namun dorongan maksimum yang tersedia tidak mungkin cukup untuk berhasil meningkatkan satelit.

Hal itu menandakan bahwa satelit SpaceX itu akan memasuki kembali atmosfer dan sepenuhnya mati. Meski begitu satelit-satelit tersebut tidak menimbulkan ancaman bagi satelit lain di orbit atau keselamatan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.