Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

673 Kepala Keluarga Kota Tangsel Kebanjiran

📅 Senin, 08 Jul 2024, 04:00 WIB | Oleh:
673 Kepala Keluarga Kota Tangsel Kebanjiran Doc: HO/BPBD Tangsel
Ket. Petugas dari BPBD Tangsel saat mengevaluasi sejumlah warga yang terjebak bencana banjir.

TANGERANG - Sebanyak 673 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di wilayah Kota Tangerang Selatan, pada hari Sabtu (6/7) malam, terkena bencana banjir. Tinggi air 60 sampai 80 sentimeter. Ini terjadi akibat hujan lebat yang mengguyur Tangsel.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (7/7), menyampaikan sedikitnya tujuh kelurahan terendam banjir. Mereka adalah Kelurahan Pamulang Barat, Kelurahan Rempoa, Kelurahan Keranggan, Kelurahan Jurangmangu Barat, Kelurahan Sawah, Kelurahan Jombang, dan Kelurahan Jelupang.

"Selain banjir yang merendam, tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. Tanah longsor ini mengakibatkan satu rumah terdampak dan dua rumah lainnya berpotensi terdampak," katanya.

Dengan peristiwa tersebut, jelas Abdul, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan menerjunkan petugas reaksi cepat guna mengevakuasi para korban bencana tersebut. "BPBD Tangerang Selatan menerjunkan tim ke lokasi kejadian sebagai langkah pemberian pertolongan dan penanganan," ucapnya.

Hingga Minggu (7/7), kata Abdul Muhari, dilaporkan kondisi banjir yang melanda wilayah Tangerang selatan berangsur surut. Kendati demikian, tim BPBD masih bersiaga guna mengantisipasi apabila banjir kembali terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaannya akan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor," tandasnya. Saat ini memang kemarau, tetapi banyak hujan turun.

Jika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam, warga diimbau untuk evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Tangerang Selatan.

Selain itu, dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional-global yang cukup signifikan.

Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diperkirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan hujan juga bakal disertai kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia. Periode kejadiannya adalah tanggal 5-11 Juli. Wilayah tersebut adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Enam Rumah

Selain itu, BPBD Tangerang Selatan juga melaporkan ada enam rumah yang rusak karena tertimpa atap sekolah Faradisa Islamic School di Pamulang, Minggu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah fasilitas rumah rusak, terutama bagian atap.

Anggota Pusat Pengendalian Operasional BPBD Tangsel, Malik Kurniawan, menjelaskan peristiwa itu terjadi di Jalan Gurame 3 No 19, Kelurahan Bambu Apus, Pamulang. Seluruh atap bangunan sekolah bertingkat itu rusak berat akibat hujan lebat disertai angin kencang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.